Mata Banua Online
Kamis, Februari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dinkes Tapin siapkan Germas Sapa fokus pangan aman anak sekolah

by Mata Banua
11 Februari 2026
in Lintas
0

 

KESEHATAN-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin Noor Ifansyah di Rantau, Kabupaten Tapin. (foto:mb/ant)

RANTAU-Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) dengan menitikberatkan intervensi pada keamanan pangan, khususnya jajanan anak sekolah.

Berita Lainnya

Pemkab Tapin lantik 134 pejabat fokus percepat kinerja layanan

Pemkab Tapin lantik 134 pejabat fokus percepat kinerja layanan

10 Februari 2026
Pemkab Kotabaru Pusatkan UMKM Ramadan Fest 2026 di Siring Laut

Pemkab Kotabaru Pusatkan UMKM Ramadan Fest 2026 di Siring Laut

9 Februari 2026

Program Germas Sapa dirancang melalui kerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Balai Besar POM Provinsi Kalimantan Selatan, melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk memperkuat pengawasan pangan di tingkat lokal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin Noor Ifansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi awal sebagai langkah persiapan pelaksanaan Germas Sapa di wilayah setempat.

“Baru audiensi awal Germas Sapa untuk menyamakan persepsi dan rencana intervensi ke depan,” kata Noor Ifansyah di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.

Ia menjelaskan, Germas Sapa mencakup beberapa komponen utama yang menjadi sasaran intervensi, meliputi pasar sehat, pasar pangan aman, desa pangan aman, serta sekolah pangan aman.

Menurut Ifansyah, keamanan jajanan anak sekolah menjadi prioritas utama mengingat tingginya risiko paparan pangan tidak aman pada kelompok usia tersebut.

“Sasaran yang paling diutamakan adalah jajanan pangan anak sekolah karena dampaknya langsung pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Saat ini, ucap Ifansyah, Dinas Kesehatan Tapin masih menetapkan lokasi atau lokus intervensi yang akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Rencana awal mencakup empat desa, 12 sekolah, serta satu pasar tradisional.

“Untuk sekola ada 12 lokus, terdiri dari tujuh sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan lima sekolah di bawah Kementerian Agama. Untuk pasar direncanakan satu, kemungkinan Pasar Binuang, namun masih dalam tahap konsultasi,” tambahnya.

Ifansyah menyebutkan, setelah penetapan lokus selesai, Dinkes akan melanjutkan tahapan advokasi kepada kepala daerah dan pemangku kebijakan sebagai dasar pelaksanaan Germas Sapa secara terpadu di Kabupaten Tapin.

“Setelah Lebaran kami rencanakan advokasi dengan kepala daerah, camat, dan SKPD terkait agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper