Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPDP Fasilitasi Akses Pasar Produk UMKM Perkebunan

by Mata Banua
10 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
Pengunjung melihat sejumlah produk kerajinan berbahan sawit di gerai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di ajang pameran kerajinan internasional INACRAFT 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026) (Antara/HO/BPDP). (foto:mb/ist)

JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan komitmen memfasilitasi akses pa­sar produk turunan perkebunan seperti kelapa sa­wit, kelapa, dan kakao serta memberdayakan usa­ha mikro, kecil dan menengah (UMKM) per­ke­bunan melalui program hilirisasi, pelatihan ke­wi­rausahaan.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah menyatakan fo­kus utama dari program-program pemberdayaan BPDP untuk meningkatkan nilai citra positif per­ke­bunan.Salah satunya, tambah dia dalam ke­te­ra­ng­annya di Jakarta, Selasa melalui peningkatan ni­lai tambah produk UMKM dengan me­man­fa­at­kan limbah sawit menjadi produk yang bernilai dan berkelanjutan.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Minat Terbang Masyarakat Diprediksi Turun

8 April 2026
Beras, Telur, Ayam Ras dan Jagung Capai Swasembada

Beras, Telur, Ayam Ras dan Jagung Capai Swasembada

8 April 2026

“BPDP juga menargetkan peningkatan nilai pen­jualan produk UMKM perkebunan. Tujuannya, UMKM perkebunan bisa lebih mandiri dan nilai ju­al masing-masing produknya semakin tinggi,” ka­tanya.

Menurut dia meningkatnya kesadaran mas­yarakat untuk mengonsumsi produk ramah ling­ku­ngan menjadi stimulus dari beragam kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah komoditas per­kebunan ramah lingkungan yang sudah berhasil di­produksi pelaku UMKM.

Upaya promosi produk-produk UMKM per­ke­bunan yang ramah lingkungan tersebut, lan­jut­nya, tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh pe­laku UMKM, tetapi juga didukung secara masif m­elalui program promosi BPDP.

Helmi menyebutkan salah satu wujud fasilitasi prog­ram promosi BPDP untuk UMKM per­ke­bun­an tersebut yakni melalui partisipasi dalam ke­gi­atan INACRAFT ke-26, “Exploring and Ce­le­bra­ting Womenpreneurs in Craft” pada 4 – 8 Feb­ruari 2026 di Jakarta International Convention Cen­ter (JICC).

Dalam kegiatan ini, BPDP memfasilitasi UMKM binaan yang bergerak di industri kreatif ber­basis turunan kelapa sawit, yaitu Cambiacraft In­do­nesia, menonjolkan produk kriya berbahan lidi sawit seperti sandal, lampu hias, hingga alat mu­sik dan lukisan dekoratif dari produk samping ko­mo­ditas perkebunan yang ramah lingkungan.

Kemudian Jayanti Batik serta Smart Batik In­do­nesia, menghadirkan beragam batik berupa kain, ba­ju, hingga payung batik dengan menggunakan m­a­lam atau lilin berbahan minyak sawit yang ra­mah lingkungan.Partisipasi BPDP dalam kegiatan INACRAFT, tambah Helmi untuk mem­pr­o­mo­si­kan kebaikan dari komoditas perkebunan yang me­liputi tiga produk yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

Presiden dalam salah satu amanatnya men­yam­paikan bahwa sawit itu adalah miracle crop, lan­jutnya, jadi BPDP juga akan terus mendorong ke­lapa sawit dari sisi pengembangannya bagi mas­ya­rakat, terutama UMKM berbasis per­ke­bun­an.”Dengan pengembangan UMKM ini, mas­ya­ra­kat dapat menikmati hasil produknya secara lang­sung,” ujarnya.

Dikatakannya, pemberdayaan juga dapat ber­fokus pada pengrajin perempuan di sektor per­ke­bunan seperti kegiatan membatik yang dilakukan oleh perempuan guna mendorong inovasi produk kri­ya yang estetik dan berkelanjutan.”Membatik men­jadi kegiatan positif yang produktif dan ber­potensi memberikan penghasilan tambahan sebagai ben­tuk pemberdayaan bagi perempuan,” katanya.

Direktur Jayanti Batik Sri Nasifah menilai fa­si­litas BPDP untuk kegiatan INACRAFT sangat ber­manfaat karena bisa membuka pasar yang lebih lu­as bagi produk UMKM.”Melalui partisipasi pa­da INACRAFT, UMKM perkebunan juga men­dapatkan akses langsung ke pembeli internasional dan nasional sehingga dapat memperluas jan­g­kau­an pasar,” katanya. ant/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper