
BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan selama Januari 2026 mencapai Rp3,4 miliar.
“Dari kerugian bencana sosial di Kalsel mencapai Rp3,4 miliar itu, terbesar dialami Kabupaten Balangan sekitar Rp2,2 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos, di Banjarmasin, Minggu (8/2).
Menurut Madi (sapaan akrabnya), kerugian bencana sosial di Kabupaten Balangan itu, terbesar akibat kebakaran pemukiman penduduk di Desa Galumbung, Kecamatan Juai dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Kebakaran di Desa Galumbang itu, sebut Madi, menyebabkan tujuh buah rumah penduduk yang dihuni tujuh kepala keluarga KK) atau 20 jiwa serta dua buah kandang ayam dan itik.
Selain itu, lanjutnya, kerugian lainnya akibat kebakaran di Kalsel yakni di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar Rp350 juta, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Rp300 juta, Tanah Laut (Tala) Rp250 juta, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar masing-masing Rp150 juta.
Ketika ditanya frekuensi bencana sosial selama Januari 2026, Madi menyebutkan tercatat ada 12 kali kebakaran yakni terbanyak di Kabupaten Balangan empat kali, Kota Banjarbaru dan Kabupaten HSS tercatat masing-masing dua kali.
Kemudian, masing-masing satu kali musibah kebakaran pemukiman penduduk di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten HST dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Akibat bencana sosial selama Januari 2026 itu, sebut Madi, menyebabkan 22 KK atau 73 jiwa kehilangan tempat tinggi dan tidak ada korban meninggal dunia.
Akibat bencana sosial itu, lanjutnya, menyebabkan 17 rumah penduduk mengalami rusak berat, lima buah rusak sedang dan dua buah rumah rusak ringan.
Dalam kesempatan itu, Madi mengingatkan masyarakat Kalsel yang bermukim di kawasan padat penduduk dan rawan kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko akibat bencana tersebut. ani

