
JAKARTA – Perum Bulog akan memperketat pengawasan harga pangan strategis, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula agar tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang momentum Ramadan 2026.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman gua memastikan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Dalam bulan suci Ramadan juga kami Bulog juga menyiapkan semaksimal mungkin sesuai dengan arahan Bapak Mentan kemarin pagi agar dijaga betul harga-harga pangan, khususnya beras, minyak, dan gula tidak boleh di atas HET,” ujar Rizal dalam konferensi pers
Rizal menuturkan, Bulog akan memperkuat koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menekan potensi gejolak harga maupun gangguan distribusi pangan di lapangan.
Dia menegaskan, pemerintah membidik tidak ada harga pangan strategis yang melampaui HET atau mengalami lonjakan signifikan selama periode Ramadan. “Harapan dari Bapak Menteri Pertanian dan kami juga dari Bulog, harga-harga pangan nanti tidak ada yang di atas HET ataupun melonjak tinggi di pasaran,” ucapnya.
Menurutnya, pengalaman pengendalian harga pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi modal penting dalam menghadapi lonjakan permintaan musiman, termasuk saat Ramadan dan Idulfitri.
Rizal menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan. Untuk itu, dia berharap stabilitas serupa dapat terus terjaga hingga Ramadan dan Lebaran mendatang.
“Harapan kami, ini juga bisa kita laksanakan nanti pada saat Ramadan maupun lebaran menghadapi Idulfitri, harga-harga stabil, tidak ada yang melonjak dan situasi terkendali,” tuturnya. Sebelumnya, Mentan sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah sudah jelas, yakni menjaga keseimbangan antara HET dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) hingga Ramadan berakhir.
Amran memastikan seluruh komoditas pangan strategis, seperti beras, gula, daging sapi, bawang merah, telur ayam, ayam ras, serta minyak goreng berada dalam kondisi aman, baik dari sisi pasokan maupun ketersediaan stok nasional.
Bahkan, Amran memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha pangan agar tidak memasarkan komoditas strategis melebihi HET. Menurutnya, berbagai imbauan sudah disampaikan berulang, sehingga saat ini diperlukan langkah penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
“Tidak ada boleh pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja bila perlu menindak,” ujar Amran.
Untuk komoditas beras, Kementan mencatat stok nasional saat ini berada di level 3,3 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Amran menegaskan tidak ada alasan harga beras untuk berada di atas HET. Sementara itu, pasokan minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi aman. Stok minyak goreng yang dikelola Bulog saat ini mencapi sekitar 700.000 ton. bisn/mb06

