
BANJARMASIN – Sudah lama rampung dibangun, namun Rumah Potong Unggas (RPU) Modern di kawasan RPH Basirih, Banjarmasin Selatan, hingga awal 2026 belum bisa difungsikan menjadi rumah potong ayam atau unggas.
Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin mengatakan, RPU belum juga dibuka operasionalnya karena masih terkendala kelengkapan fasilitas pendukung.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah juga menjadi kendala lambatnya operasional. Ditambah lagi adanya pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk mrmbantu melengkapi fasilitas RPU.
“Anggaran kita saat ini memang tidak begitu banyak. Karena itu, saya berharap ada kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengoperasionalkannya. Kita jangan sampai punya aset tapi tidak termanfaatkan,” tuturnya
Baginya, RPU ini sangat penting mengingat berdampak pada lingkungan yang dapat mengurangi pencemaran. “Selain untuk memusatkan aktivitas pemotongan unggas di Banjarmasin, RPU juga untuk megurangi dampak pencemaran lingkungan,” katanya .
Selain itu, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga untuk berinvestasi melengkapi sarana yang masih kurang.
“Kemarin ada dari pihak Rocket Chicken yang tertarik. Kita akan coba follow up lagi, selain dibuka juga peluang investasi pengusaha lain,” katanya.
Di sisi teknis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menjelaskan bahwa operasional RPU masih terganjal pembangunan sarana pemisahan limbah, seperti rumah bulu dan rumah darah.
“Pengelolaan limbah tidak bisa sembarangan. Kami berencana menggandeng Perumda PALD karena jika dikelola mandiri biayanya sangat besar,” katanya.
Selain itu, dibutuhkan pula genset untuk menjaga stabilitas listrik saat proses pemotongan berlangsung.
Untuk sementara, DKP3 terus merawat mesin-mesin di dalam RPU melalui uji coba rutin dua kali sebulan. via

