
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah di Aula BKPSDM Banjar Martapura, Rabu (14/1) pagi. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi sosial di tengah musibah banjir, yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar.
Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema Memetik Hikmah Isra Mikraj di Tengah Musibah dengan Menguatkan Iman dan Menumbuhkan Kepedulian.
Acara dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjar.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi oleh Grup Maulid Al Ifrah Martapura, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Ustadz Zainuddin Zuhri, yang menambah kekhidmatan suasana.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan, musibah banjir yang terjadi saat ini merupakan ujian keimanan bagi seluruh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT senantiasa menyertakan kemudahan di balik setiap kesulitan, dan tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.
“Iman yang kokoh menjadi fondasi utama agar kita tetap tegar, sabar, dan optimis dalam menghadapi ujian. Musibah ini hendaknya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
Saidi mengatakan, peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan moral yang mendalam, terutama dalam membangun tatanan masyarakat yang berlandaskan kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Musibah banjir ini telah mengetuk hati masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dan empati. Kepedulian bersama menjadi kunci untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ucapnya.
Melalui momentum peringatan Isra Mikraj tersebut, Bupati Banjar mengajak seluruh ASN di Kabupaten Banjar, untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, empati serta semangat saling membantu, baik dalam penanganan bencana banjir maupun dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.
Sementara, dalam tausiyahnya KH Muhammad Fauzan menekankan pentingnya ibadah salat, sebagai benteng moral yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Menurutnya, salat akan memberikan pengaruh nyata dalam kehidupan, apabila dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan kesempurnaan.
“Ketika salat, hendaknya seseorang benar-benar menghadirkan hati untuk dekat kepada Allah. Jangan sampai perhatian teralihkan ke kanan dan kiri, atau dipenuhi oleh berbagai lintasan pikiran duniawi,” katanya. ril/dio

