Mata Banua Online
Minggu, Maret 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Daya Beli Kelas Menengah Melemah

by Mata Banua
14 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Konsumsi rumah tangga hingga ki­ni masih menjadi penopang pertumbuhan eko­nomi nasional, dengan didominasi oleh kelas me­nengah. Namun, kelas menengah di In­do­ne­sia mengalami kondisi tertekan dan bergerak me­nuju ke kelompok rentan.

Peneliti Global Research on Eco­nomics, Advance Tech­no­logy, and Politics (Great) Insitute Adrian Nalendra Perwira ber­pan­da­ngan perlunya stimulus yang le­bih banyak diberikan kepada ke­las menengah untuk menjaga kon­disi daya belinya Sebab, ke­las menengah merupakan ke­lom­pok yang terhimpit di tengah kon­disi gejolak perekonomian, pa­da­hal merupakan pondasi per­tum­buhan ekonomi.

Berita Lainnya

Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

14 Maret 2026
Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026

Adrian menerangkan, ber­da­sar­kan data yang dihimpun me­ng­enai proporsi populasi ber­da­sar­kan desil kelas pendapatan ta­hun 2024, kelas menengah men­ca­tatkan kontraksi -16,60 persen.

Sementara kelas menengah ren­tan mencatatkan pertumbuhan 6,79 persen, dan kelas rentan tum­buh 23,05 persen. Jumlah pen­du­duk yang merupakan ka­te­gori kelas menengah paling ban­yak mendekati kelas me­ne­ng­ah rentan, dan kelas menengah ren­tan pun julahnya paling ban­yak yang mendekati kelas rentan.

“Basis konsumen kelas me­nengah yang menjadi motor be­lanja diskresioner justru men­yu­sut, sementara populasi ke­lom­pok rentan dan menengah rentan mem­bengkak. Mobilitas sosial `ma­cet’, menahan banyak rumah ta­ngga di zona rapuh yang sangat se­n­sitif terhadap guncangan har­ga dan pendapatan,” kata Adrian da­lam sebuah diskusi Great In­stitute, baru-baru ini.

Stimulus ekonomi pemerintah di­k­etahui kerapkali lebih banyak di­gelontorkan untuk rumah ta­ng­ga berpenghasilan rendah atau ke­lompok miskin. Diantaranya se­perti bantuan sosial (bansos), prog­ram keluarga harapan (PKH), danbantuan langsung tu­nai (BLT).

Sementara untuk kalangan me­nengah, diantaranya yang ba­ru-baru ini ditetapkan pemerintah yak­ni insentif pajak penghasilan (PPh) 21 bagi pekerja di sektor pa­dat karya dan pariwisata de­ng­an penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan. Namun, sti­mu­lus itu baru diberlakukan bagi li­ma sektor, yakni industri alas ka­ki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari ku­lit, serta sektor pariwisata.

Adrian menilai stimulus ter­se­but memang bisa men­do­ng­krak konsumsi masyarakat kelas me­nengah, meski menurutnya pe­merintah perlu untuk me­nam­bah sektor-sektor penerima man­fa­at dari kebijakan pembebasan PPh 21 tersebut. Sehingga tidak han­ya di lima sektor tersebut.

Lebih lanjut, menurutnya, pe­me­intah juga perlu untuk mem­per­luas atau memperbanyak ben­tuk stimulus untuk kalangan me­ne­ngah. Bahkan ia memandang per­lunya kelompok menengah mem­peroleh stimulus yang se­ru­pa dengan stimulus yang di­ge­lon­torkan untuk kelompok mas­ya­rakat berpengasilan rendah.

“Bentuk stimulus lain, bisa se­cara cash transfer, bansos, BLT, bisa juga PKH. Jadi di­per­besar desilnya ke atas, yang ta­dinya hanya untuk yang miskin dan rentan miskin, dinaikkan lagi ke kelas menengah rentan,” ung­kapnya.

Selain itu, lanjutnya, sti­mu­lus untuk kalangan menengah ju­ga bisa bersifat menaikkan taraf hi­dup sebagai investasi di sektor y­ang paling banyak jumlah pe­ker­janya, seperti sektor ma­nu­fak­tur. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper