Mata Banua Online
Selasa, Januari 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Yamin Salurkan Bantuan Banjir di Sungai Lulut

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Banjarmasin
0
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota HM.Yamin dan anggota DPRD serta SKPD lingkungan pemko Banjarmasin meninjau banjir.jpg
WALIKOTA HM Yamin dan anggota DPRD serta SKPD lingkup Pemko Banjarmasin meninjau banjir dan menyalurkan bantuan sembako.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Banjir yang kembali merendam permukiman warga di kawasan Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun, Kelurahan Sungai Lulut, menjadi sinyal kuat bahwa persoalan normalisasi sungai di Kota Banjarmasin masih membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, turun langsung ke lokasi terdampak pada Minggu (11/1) siang, memastikan penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat semata.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota Banjarmasin H.Muhammad Yamin dan istri memantau sampah kiriman di PSU Sungai Gampa.jpg

Limbah Kayu Kiriman Dibersihkan di Sungai Gampa

12 Januari 2026
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\2.jpg

DPRD Tinjau Daerah Banjir Tak Kunjung Surut

12 Januari 2026

Bersama anggota DPRD Kota Banjarmasin Daerah Pemilihan Banjarmasin Timur serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Kehadiran lintas unsur ini dimaksudkan untuk memetakan persoalan banjir secara langsung, sekaligus menyusun langkah penanganan yang lebih terukur bagi kawasan rawan genangan.

Gang Serumpun menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena posisinya yang cukup rentan saat debit air sungai meningkat. Selain berdampak pada aktivitas harian warga, genangan air juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerugian ekonomi.

Ia menegaskan kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak merupakan bentuk tanggung jawab moril, sekaligus upaya memastikan solusi yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami tidak ingin hanya datang membawa bantuan lalu selesai. Kami ingin melihat langsung apa persoalannya dan apa yang bisa diperbaiki agar banjir seperti ini tidak terus berulang,” ujar Yamin saat berdialog dengan warga dan tim teknis di lokasi.

Selain meninjau kondisi permukiman, Yamin juga melihat langsung kemungkinan kendala pada sistem drainase yang menghambat aliran air. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk merumuskan penanganan jangka pendek, sembari menyiapkan solusi yang lebih permanen.

Dia mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dan jaringan media yang turut menunjukkan kepedulian sosial terhadap warga terdampak banjir.

Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pihak swasta menjadi kekuatan penting dalam penanganan bencana di tingkat lokal. Kolaborasi tersebut memungkinkan respons yang lebih cepat dan meringankan beban masyarakat di masa sulit.

Ia mengakui masih adanya tantangan dalam pengelolaan air sungai, terutama di kawasan permukiman padat. Kondisi drainase yang belum optimal serta keterbatasan ruang menjadi faktor yang memperparah genangan saat air sungai meluap.

“Kita berharap air ini bisa segera kembali ke sungai dan surut. Tapi ke depan, persoalan ini harus kita benahi bersama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga dengan dukungan dan kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Dengan keterlibatan DPRD dan SKPD teknis, peninjauan ini membuka peluang untuk menyusun langkah lanjutan, mulai dari normalisasi saluran air, perbaikan drainase, hingga penyesuaian kebijakan dan anggaran penanganan banjir di wilayah rawan.

Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan penanganan tidak akan berhenti pada respons darurat, melainkan mengarah pada solusi yang lebih rasional dan berkelanjutan.

Yamin mengingatkan bahwa tanpa penanganan terpadu, banjir berpotensi terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih besar, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan warga. “Banjir ini bukan hanya persoalan hari ini. Kalau tidak kita tangani bersama, dampaknya bisa lebih besar ke depan,” tegasnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper