Mata Banua Online
Minggu, Februari 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DPRD Tinjau Daerah Banjir Tak Kunjung Surut

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Banjarmasin
0
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\2.jpg
KETUA DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fahruri dan anggota lainnya saat meninjau kondisi banjir di RT 31 Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Ahad (11/1).(foto;mb/ant)

BANJARMASIN – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fahruri beserta anggota dewan lainnya melakukan peninjauan ke daerah banjir yang tak kunjung surut.

Rikval mengunjungi daerah banjir di RT 31 Sungai Andai di Banjarmasin Utara, Minggu, yang sudah sekitar tiga minggu belum juga surut.

Berita Lainnya

Pengisi Stand Pasar Wadai Ramadan Diseleksi

Pengisi Stand Pasar Wadai Ramadan Diseleksi

12 Februari 2026
Dispora Kalsel Gelar Bintek Penggunaan Sistem Informasi Keolahragaan Kalsel

Dispora Kalsel Gelar Bintek Penggunaan Sistem Informasi Keolahragaan Kalsel

12 Februari 2026

“Banjir di sini genangan airnya tenang, artinya arusnya tersumbat ke sungai,” ujarnya.

Dia pun menyampaikan, kondisi banjir di sini tidak lazim terlalu lama karena air tidak pasang tinggi lagi, harusnya bisa surut.

Dia pun meminta pemerintah kota untuk melakukan langkah penanganan di daerah tersebut hingga air banjir bisa surut secepatnya.

“Perlu secepatnya itu, karena kasihan masyarakat sudah lama kebanjiran,” ujarnya.

Tidak hanya di daerah tersebut, ungkap dia, legislatif lainnya juga mengunjungi daerah banjir di masing-masing daerah pemilihan.

“Hal demikian juga terjadi di beberapa titik banjir lambat turun,” kata Rikval.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyampaikan pula, lambatnya turun banjir di sejumlah daerah, utamanya di Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Utara karena sungai banyak yang dangkal.

Menurut dia, langkah normalisasi sungai harus dilakukan untuk solusi banjir berkelanjutan.

Yamin menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur yang berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang di sejumlah kawasan.

“Dari peta geospasial terlihat ada beberapa titik anak sungai menuju yang mengalami penyempitan dan kemungkinan pendangkalan. Ini ke depan akan menjadi prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi sungai,” ucapnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper