Mata Banua Online
Senin, Maret 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Survei BI: Waspada Inflasi Meningkat Jelang Ramadan

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengingatkan adanya risi­ko peningkatan tekanan inflasi pa­da Februari 2026, seiring de­ng­an ekspektasi kenaikan harga men­jelang momentum Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan La­poran Survei Penjualan Ecer­an November 2025 yang dirilis BI, tekanan harga tersebut ter­cer­min dari Indeks Ekspektasi Har­ga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada pe­riode sebelumnya yang tercatat se­besar 163,2. “Didorong oleh ek­spektasi kenaikan harga men­jelang periode Ramadan 1447 H,” tulis Direktur Eksekutif De­par­temen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam ke­terangannya, Senin.

Kendati demikian, res­pon­den survei memprakirakan te­kanan tersebut akan mereda pada Mei 2026. Bank Indonesia men­catat IEH Mei 2026 diprediksi tu­run menjadi 54,5, lebih rendah dib­andingkan periode sebe­lum­nya sebesar 161,7.

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

15 Maret 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton

15 Maret 2026

Sejalan dengan ekspektasi har­ga, kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan me­ng­alami kontraksi secara bu­lan­an. Perkembangan tersebut te­rin­dikasi dari Indeks Ekspektasi Pen­jualan (IEP) Februari 2026 ya­ng tercatat sebesar 143,2, me­nu­run dari 157,2 pada periode se­belumnya. Penurunan ek­spek­tasi penjualan ini terutama di­se­babkan oleh faktor musiman, yak­ni jumlah hari yang lebih se­dikit pada bulan Februari, mes­kipun survei mencatat angka ini ma­sih lebih tinggi dibandingkan pe­riode yang sama tahun se­be­lumnya karena mulai masuknya mo­mentum pra-Ramadan.

Dalam yang sama, BI men­ca­tat penjualan eceran tumbuh se­besar 1,5% secara bulanan (month to month/MtM) pada No­vember 2025 atau menjelang pe­rayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Angka itu lebih tingi dari per­tumbuhan bulan sebelumnya se­besar 0,6% MtM. Mayoritas ke­lompok tercatat alami pe­­ni­ng­kat­an penjualan, terutama Pe­ra­lat­an Informasi dan Komunikasi (5,5% MtM), Suku Cadang dan Ak­sesori (4,2% MtM), Bahan Ba­kar Kendaraan Bermotor (2,8%), serta Makanan, Mi­numan, dan Tembakau (1,2% MtM).

Sementara secara tahunan (year on year/YoY), penjualan ecer­an mengalami pertumbuhan se­besar 6,3%, lebih tinggi di­ban­dingkan 4,3% YoY pada Ok­tober 2025.

Berdasarkan kelompoknya, ter­jadi kenaikan penjualan te­ru­tama di Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (17,7% YoY); ser­ta Makanan, Minuman, dan Tem­bakau (8,5% YoY); Ba­rang Budaya dan Rekreasi (8,1% YoY); serta Bahan Bakar Ken­daraan Bermotor (0,8% YoY).

Sementara pada bulan se­lan­jut­nya atau Desember 2025, BI mem­proyeksikan kinerja pen­ju­al­an eceran meningkat. Indeks Pen­jualan Riil (IPR) November 2025 diprakirakan tumbuh se­be­sa 4,4% YoY, lebih rendah di­bandingkan realisasi per­tum­buhan bulan sebelumnya se­be­sar 6,3% YoY.

“Kinerja penjualan eceran ter­sebut terutama ditopang oleh per­tumbuhan Kelompok Suku Ca­dang dan Aksesori, Ma­kanan, Minuman, dan Tem­ba­kau, Barang Budaya dan Rek­reasi, serta Bahan Bakar Ken­daraan Bermotor,” ujar Denny.

Pertumbuhan penjualan ecer­an juga diperkirakan terjadi se­cara bulanan sebesar 4%, di­do­rong oleh kinerja mayoritas ke­lompok, terutama Peralatan In­formasi dan Komunikasi, Ba­rang Budaya dan Rekreasi, Per­le­ngkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Mi­num­an dan Tembakau sejalan de­ngan peningkatan permintaan mas­ya­rakat saat Nataru. bins/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper