
BANJARMASIN – SDN Sungai Lulut 6 Banjarmasin tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah di tengah kondisi sekolah masih terendam banjir.
Diungkapkan Abdul Karim, Guru Kelas di SDN Sungai Lulut 6 Banjarmasin, hal itu dilakukan berdasarkan usulan dan keinginan orang tua bahkan siswa yang memilih PTM dibanding Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Sebelumnya sempat memberlakukan PJJ selama dua hari sejak hari pertama masuk sekolah. Namun karena keinginan orang tua siswa maka hari ini dilakukan PTM,” ujarnya.
Keputusan SDN Sungai Lulut 6 Banjarmasin yang memilih PTM di sekolah ini, sangat disesalkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Menurut Ryan, kebijakan penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan PJJ sendiri karena mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar.
“Sebelumnya, kami sudah sebarkan Surat Edaran mengenai penyesuaian KBM ini sehingga sekolah terdampak banjir dianjurkan PJJ saja demi keselamatan dan kesehatan siswa,” jelas Ryan.
Menurutnya, kondisi sekolah yang tergenang banjir tentunya sangat berisiko terhadap siswa. Selain bahaya adanya binatang buas, dikhawatirkan peserta didik terpeleset karena halaman yang berlumut dan licin yang disebabkan genangan banjir yang terjadi dalam dua pekan ini.
“Sungai Lulut ini wilayah paling terdampak dan kita lihat tadi jalan terendam cukup dalam sehingga bahaya sekali jika anak-anak pulang sekolah jalan kaki. Terlebih, letak sekolahnya berdekatan dengan sungai,” tuturnya.
Ia berharap dalam kondisi seperti ini jangan dipaksakan yang dikhawatirkan terjadi hal-hal tidak diinginkan dan berisiko.
Seiring dengan itu, ia langsung menghubungi Kepala SDN Sungai Lulut 6 Banjarmasin dan menekankan agar proses belajar mengajar menggunakan sistem PJJ karena dalam situasi darurat.
“Tetap kami tekankan sekolah agar menerapkan PJJ saja. Meski permintaan orang tua tetap ingin belajar langsung ke sekolah,” tegasnya. via

