
BANJARMASIN – Berdasarkan laporan dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Minggu (3/1), lima daerah di di Kalsel masih dilanda bencana alam banjir, yakni Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Balangan dan Kota Banjarbaru,
“Dari kelima daerah itu, terparah di Kabupaten Banjar,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Minggu (3/1).
Madi –sapaan akrabnya– menyebutkan, di Kabupaten Banjar ada 10 kecamatan atau 124 desa yang masih dilanda banjir, dan terparah di Kecamatan Martapura Barat dengan 5.996 KK atau 17.373 jiwa korban terdampak.
Selain itu, Kecamatan Sungai Tabuk meliputi 21 desa dan korban terdampak sebanyak 9.600 KK atau 26.688 jiwa, Kecamatan Matraman dua desa ada 66 KK atau 300 jiwa terdampak, sementara kecamatan lainnya masih dilakukan pendataan.
Menurutnya, untuk meringankan beban korban terdampak bencana alam banjir di daerah yang cukup parah, dinas sosial melalui Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Satgas Pramuka Peduli Bencana Kwarda Pramuka Kalsel mendirikan dapur umum.
“Kita menyiapkan sebanyak 5.000 porsi makanan untuk korban terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, terutama di lokasi yang parah terdampak banjir,” katanya.
Untuk layanan dapur umum tersebut, lanjut dia, pihaknya mendirikan untuk lima hari ke depan dan masih memungkinkan dilakukan perpanjangan sesuai kondisi di lapangan.
Madi menambahkan, daerah lainnya di Kalsel yang masih dilanda banjir, yaitu Kabupaten Balangan 22 desa pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan dan Kecamatan Halong.
Sedangkan korban terdampak banjir mencapai 3.215 KK atau 11.443 jiwa dan terparah di Desa Tebing Tinggi 298 KK atau 1.192 jiwa, dan Desa Sungsum sebanyak 280 KK atau 1.120 jiwa, Desa Gunung Baru 198 KK atau 792 jiwa.
Kemudian, banjir di Kabupaten Tala sebagai korban terdampak sebanyak 406 KK atau 1.383 jiwa, dan kemungkinan akan terus bertambah akibat pasang air laut (rob).
Selanjutnya di Kabupaten HSS, korban terdampak 2.895 jiwa pada empat desa dan di Kota Banjarbaru. ani

