
BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mendapat tambahan empat alat deteksi dini atau Early Warning System (EWS) banjir dan telah dipasang di empat lokasi rawan banjir.
“Kita dapat bantuan empat EWS dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025 dan kini sudah dipasang sebagai upaya deteksi dini banjir,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Provinsi Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, di Banjarbaru, Selasa (16/12).
Menurut Bambang, pihaknya juga memantau peralatan deteksi dini banjir yang sudah dipasang tersebut apakah kondisinya masih baik dan berfungsi atau sedang rusak.
Melalui EWS itu, kata Bambang, pihaknya terbantu untuk mengingatkan masyarakat akan kemungkinan terjadinya bencana banjir, apabila peralatan tersebut berbunyi.
“Kita saat ini memang sedang fokus untuk mengantisipasi bencana alam banjir, karena telah memasuki puncak musim penghujan dan diharapkan melalui kesiapsiagaan itu akan mengurangi resiko akibat bencana,” katanya.
Ketika ditanya jumlah EWS yang sudah dipasang di Kalsel, Bambang menyebutkan saat ini sekitar 37 lokasi yang termasuk rawan bencana alam banjir dan peralatan tersebut telah berfungsi dengan baik.
Sesuai arahan Gubernur Kalsel, sebut Bambang, pihaknya diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi bencana alam banjir.
Menyinggung kondisi Kalsel, dia mengakui saat ini masih relatif aman terjadinya bencana alam banjir, tetapi pihaknya tetap meminta seluruh masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana untuk siaga dan waspada.
“Kita tidak boleh lengah terhadap bencana alam, apalagi saat ini sedang memasuki puncak musim penghujan, hal itu dimaksudkan untuk mengurangim resiko yang ditimbulkan dari bencana tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana berbasis masyarakat agar mereka benar-benar siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam disaat musim penghujan. ani

