Mata Banua Online
Minggu, April 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Awas, Cotton Bud Justru Bisa Dorong Kotoran Telinga Lebih Dalam

by Mata Banua
16 Desember 2025
in Mozaik
0
G:\2025\Desember 2025\17 Desember 2025\11\Halaman 1-11 Rabu\awas.jpg
(foto:mb/web)

Banyak orang masih percaya bahwa cotton bud atau korek kuping adalah cara paling aman dan praktis untuk membersihkan kotoran telinga.

Namun, kebiasaan ini justru bisa menjadi penyebab utama telinga tersumbat, iritasi, hingga infeksi.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Telinga merupakan organ yang sebenarnya memiliki sistem self-cleaning atau pembersihan alami. Melansir Times of India, sebuah studi dalam jurnal Laryngoscope menemukan bahwa penggunaan cotton bud dapat mendorong kotoran lebih dalam ke arah gendang telinga.

Kondisi ini membuat kotoran mengeras, menumpuk, dan meningkatkan risiko penyumbatan serta infeksi saluran telinga luar.

Mengapa cotton bud malah memicu penyumbatan?

Kotoran telinga bukan sekadar kotoran seperti debu rumah. Ia berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga kelembapan, melawan bakteri, dan menangkap partikel debu.

Saat cotton bud masuk terlalu jauh, kotoran justru terdorong mendekati gendang dan mengering. Akibatnya, banyak orang mengeluhkan telinga tersumbat, gatal, pendengaran menurun, hingga nyeri.

Tekanan dari cotton bud juga bisa menimbulkan goresan kecil pada kulit saluran telinga. Luka halus ini menjadi pintu masuk bakteri yang kemudian memicu peradangan.

Kulit di saluran telinga sangat tipis dan sensitif. Goresan sekecil apa pun akibat cotton bud dapat menimbulkan iritasi.

Tak jarang pengguna cotton bud mengalami pembengkakan, nyeri saat ditekan, atau keluarnya cairan dari telinga. Dokter sering mengaitkan keluhan tersebut dengan kebiasaan membersihkan telinga secara mandiri.

Saat iritasi terjadi, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak kotoran sebagai bentuk perlindungan. Ini menciptakan siklus baru: semakin sering dibersihkan, semakin banyak masalah muncul.

Bagaimana telinga mengeluarkan kotoran secara alami?

Telinga memiliki mekanisme alami yang mendorong kotoran lama keluar ke bagian luar, di mana ia akan rontok dengan sendirinya. Kebiasaan mengorek telinga justru menghambat proses tersebut dan membuat kotoran menumpuk di dalam.

Berikut langkah-langkah yang lebih aman:

• Membersihkan bagian luar telinga dengan kain hangat.

• Menggunakan larutan garam atau obat tetes pelunak kotoran telinga.

• Meneteskan sedikit minyak zaitun hangat untuk membantu melunakkan kotoran.

• Membiarkan air hangat mengalir di bagian luar telinga saat mandi.

Jika telinga terasa sangat tersumbat, disarankan berkonsultasi dengan dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper