
BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin mengambil survei air limbah domestik di kota ini. Survei untuk membuat base line air limbah domestik atau rumah tangga ini memakan biaya Rp1,5 miliar dari APBD Kota Banjarmasin 2025.
Kemudian, dana itu dibagi 5 kecamatan, dimana setiap kecamatan dialokasikan anggaran survei air limbah domestik sebesar Rp300 juta.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengungkapkan, survei air limbah domestik tersebut dilakukan untuk membuat base line atau garis dasar/pemetaan sanitasi di kota ini.
“Untuk membuat base line sanitasi Banjarmasin. Dengan hasil survei ini kita tahu berapa sih yang sudah tertangani dengan air limbah domestik dan berapa yang tidak, “ujar Suri, Senin (15/12)
Dia mengatakan untuk sanitasi di Banjarmasin belum aman karena baru mencapai 3,64 persen sanitasi domestik. Angka tersebut masih sangat jauh dari target nasional yakni 30 persen di 2025-2029. ” Tentunya dengan data ini, kita dapat melakukan penanganan yang cepat, paling tidak naik 12 persen,”tuturnya
Menurutnya, Survei ini diambil by name by adress (perorang) dengan target perkecamatan 15 ribu rumah tangga. “Rinciannya itu misalnya di Banjarmasin Barat 15 ribu rumah dari 37.276 rumah, pokoknya setiap kecamatan 15 ribu rumah. Meskipun mereka pelanggan PAM, belum tentu septik tank nya aman sanitasi, “jelasnya
Selain itu, selama ini penangan sanitasi di kota ini juga agak lambat sebab berdasarkan usulan warga saja.
Suri mengatakan, dana survei tersebut baru dilakukan 50 persenan warga dari target seluruh warga Banjarmasin. Proses survei inipun sudah berjalan 75 persen. Jikapun data ini selesai maka data base line sanitasi bisa dimanfaatkan untuk pelengkapi usulan bantuan sanitasi dari pemerintah pusat atau CSR. via

