
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menghadiri ekspose draft laporan akhir Studi Kelayakan pembangunan jalan menuju Kawasan Industri Terpadu (KIT) Mantuil sebagai langkah strategis dalam menyiapkan dasar kebijakan pembangunan ekonomi daerah, yang berlangsung di salah satu Hotel Banjarmasin. Senin (15/12).
“Draft akhir studi kelayakan ini harus benar-benar dikaji, karena menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah,” ujar Walikota Yamin.
Dikatakannya, langkah selanjutnya agar akan diekspose lagi lanjutan untuk memastikan bahwa studi kelayakan yang disusun benar-benar memberikan dampak positif dalam aspek sosial, lingkungan maupun bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa studi kelayakan ini nantinya menimbulkan dampak yang positif bagi masyarakat,” sambungnya.
Diungkapknnya, ada tantangan utama terletak pada proses sosialisasi dan pendataan titik jalan yang akan dilalui, termasuk kejelasan status serta hak kepemilikan lahan masyarakat.
“Kendalanya adalah sosialisasi dan pendataan titik jalan, termasuk pemilik lahan yang akan dilalui, serta harus memperhatikan saluran air, irigasi, dan aspek teknis lainnya,” ungkapnya.
Makanya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu Mantuil.
“Dengan akses jalan menuju kawasan industri ini, perekonomian dapat tumbuh secara berkelanjutan dan akan menambah tenaga kerja. Apalagi Mantuil ini lokasi sangat strategis,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menyampaikan laporan akhir Studi Kelayakan pembangunan jalan menuju Kawasan Industri Terpadu Mantuil saat ini masih dalam bentuk draft yang sedang diuji melalui diskusi bersama berbagai pihak terkait.
“Laporan akhir sebenarnya sudah ada berbentuk draft. Sekarang kita uji melalui diskusi dengan instansi terkait, baik dari provinsi, dinas perdagangan perindustrian, pertanahan, maupun bidang-bidang lain yang terlibat,” jelas Kadis PUPR yang akrab disapa Yayah.
Ia menambahkan, hasil diskusi tersebut akan menjadi dasar perbaikan yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. via

