Mata Banua Online
Sabtu, April 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Koordinasi Lintas Sektor Tekan Kematian Ibu dan Bayi

by Mata Banua
18 November 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\November 2025\19 November 2025\5\hal 5\Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat memberikan sambutan.jpg
WALIKOTA Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat memberikan sambutan pada kegiatan verifikasi analisa data dan rekomendasi audit maternal perinatal dengan mengundang 13 rumah sakit dan 28 puskesmas untuk tekan angka kematian ibu dan bayi, di Banjarmasin, Senin (17/11). (Foto:mb/ant/hms pemko bjm)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan koordinasi lintas sektor sebagai tindakan nyata untuk menekan kasus kematian ibu dan bayi saat persalinan.

Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin, menyampaikan koordinasi lintas sektor diintensifkan dengan fasilitas kesehatan, yakni rumah sakit dan puskesmas yang ada di kota ini.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Menurut dia, melalui kegiatan verifikasi analisa data dan rekomendasi audit maternal perinatal diundang perwakilan sebanyak 13 rumah sakit dan 28 puskesmas di kota ini.

Yamin menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor demi menekan angka kematian ibu hamil, bayi baru lahir, serta bayi dan balita di Kota Banjarmasin.

“Kegiatan ini harus menjadi wadah evaluasi dari kasus-kasus yang pernah terjadi. Setiap permasalahan harus dicatat dengan disiplin dan ditindaklanjuti. Ini menjadi prioritas Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” ungkapnya.

Yamin menyebutkan, kehadiran pihak rumah sakit hingga puskesmas dapat semakin memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai kasus kesehatan ibu dan anak.

“Harapan kita, koordinasi lintas sektor ini semakin memperkuat upaya menekan angka kematian pada ibu hamil dan bayi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M. Ramadhan mengungkapkan, penurunan angka kematian ibu dan bayi harus dimulai dari proses mitigasi sejak awal kehamilan.

Menurut dia, pentingnya pemeriksaan rutin minimal enam kali selama masa kehamilan, serta keaktifan ibu hamil dalam memanfaatkan layanan posyandu dan fasilitas pemeriksaan seperti USG.

“Kematian ibu dan bayi dapat ditekan jika deteksi dini dilakukan. Pemeriksaan rutin sangat penting agar gangguan pada janin atau ibu bisa diketahui lebih cepat. Jika kehamilan sehat, persalinan berlangsung normal. Jika ada masalah, bisa segera dilakukan tindakan seperti operasi sesar,” jelas Ramadhan.

Menurut dia, penyebab kematian ibu hamil saat ini masih didominasi oleh, hipertensi dalam kehamilan, pendarahan, infeksi dan kelainan bawaan pada ibu atau janin.

“Dengan pemeriksaan berkala, hal-hal tersebut dapat dimitigasi. Jika ada hipertensi, kita kendalikan. Jika terjadi perdarahan, segera ditangani. Tujuannya satu, ibu selamat, bayi selamat,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan, fasilitas posyandu kini semakin lengkap setelah mendapatkan dukungan alat seperti USG dan timbangan digital dari pemerintah pusat.

Ramadhan mengungkapkan, hingga Oktober 2024, tercatat 8 kasus kematian ibu di Kota Banjarmasin sejak awal Januari hingga November.

“Angka ini tidak bisa disebut kecil atau besar. Jika ada kematian, artinya kita harus semakin bekerja keras menekannya. Saat ini, Banjarmasin berada di peringkat ketiga tertinggi dari 13 kabupaten/kota di Kalsel,” terangnya.

Demikian, dia menegaskan bahwa Pemkot Banjarmasin terus berupaya maksimal menekan angka kematian tersebut melalui peningkatan layanan, koordinasi lintas fasilitas kesehatan dan edukasi masyarakat. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper