
BANJARMASIN – Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan. Istilahnya setiap kali ganti Menteri pendidikan, maka kurikulum belajar di Indonesia pun juga diperbaharui. Tidak hanya itu, ada ketimpangan dalam lembaga pendidikan agama seperti pembangunan infrastruktur sekolah madrasah, tsanawiyah, SDM Guru hingga gaji gurunya yang belum setara dengan guru sekolah umum.
Dibahas dalam dialog Wakil ketua DPR RI H.Cucun Ahmad Syamsurizal, yang dihadiri pula Direktur Pendidikan Agama Islam Direktoral Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementrian Agama RI, Dr.M.Munir .S.Ag.,M.A., Pengurus PW Fatayat NU Kalsel serta para guru lembaga pendidikan agama dan mahasiswa, di Banjarmasin, Sabtu (15/11)
Cucun membeberkan, saat ini proses penyusunan naskah akademik peta jalan pendidikan di Indonesia sedang dibahas di DPR RI. Ia berharap ada keseriusan pemerintah dalam menentukan arah pendidikan di Indonesia.
“Kami ingin menyusun kembali arah dan tujuan pendidikan terutama kualitas pendidikan, gonta ganti kurikulum pendidikan, SDM guru dan kesejahteraan guru non PNS, “katanya
Sebab, saat ini masih ada paradigma dalam lembaga pendidikan agama hingga anak didiknya yang belum adil dan setara.
“Kami ingin mempertegas bagaimana Pendidikan Islam dan RUU Sisdiknas terutama pada lembaga pendidikan agama yang selama ini di nomor sekian,” kata Cucun.
Ia juga prihatin dengan nasip para guru honor karena nasip seperti guru madrasah atau tsanawiyah, mereka belum mendapatkan kesejahteraan seperti gaji yang pantas. ” Ada yang honor sekian tahun namun gajinya hanya 200 ribu atau dibawah 1 juta yang tak manusiawi,” tuturnya.
Senada, Dr.M.Munir menegaskan, bahwa urusan pendidikan agama adalah masuk dalam kementrian Agama. Namun ia juga menyoroti tentang limit rendah anggaran pada lembaga pendidikan agama di Indonesia. ” Anggaran untuk pendidikan agama sangat minim sehingga sulit untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti peningkatan kesejahtaan guru, ataupun perbaikan infrastruktur, seperti sekolah umum,” katanya.
Sementara, Salah satu Ketua PKB Kalsel sekaligus anggota DPRD Kalsel, Suripto Sumas mendukung upaya Ketua DPW PKB Kalsel, Cucun untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di Kalimantan Selatan.
“Kita harus menyusun kembali rode map agar pendidikan agama ini menjadi lembaga pendidikan yang penting dan diperlukan masyarakat,” katanya.
Tentunya, dengan upaya itu agar dapat dibentuknya Direktoral Jenderal khusus lembaga pendidikan agama atau Pesantren di Indonesia sehingga menjadi perhatian pemerintah. “Dengan dibentuknya direktorat lembaga pendidikan agama ini, akan lebih mudah dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan agama yang dapat membentuk generasi masa depan berakhlak dan cerdas dan berkualitas,” katanya. via

