
MARTAPURA – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar berhasil meraih Juara 1 Nasional Regional Tengah dalam kategori Sekolah Dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung Kepala MAN 4 Banjar M Yusup, dalam acara penganugerahan yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) di Gedung Bhineka Tunggal Ika Jakarta, Selasa (21/10).
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPOM RI Prof dr Taruna Ikrar MBiomed Ph.D, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen MAN 4 Banjar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan bebas dari pangan berisiko bagi siswa.
Kepala MAN 4 Banjar M Yusup mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh warga madrasah, dan optimalisasi fasilitas yang telah dimiliki.
“Kami sangat menyukuri pencapaian ini. Semoga ke depan kami bisa terus melaksanakan Program-program PJAS secara berkelanjutan,” ujarnya.
Yusup menjelaskan, MAN 4 Banjar memiliki keunggulan dari segi fasilitas yang telah tersedia sejak awal, sehingga tinggal memberdayakan dan memanfaatkannya secara maksimal.
Terkait pencapaian juara pertama, ia mengaku optimis sejak awal mengikuti penilaian. Namun, tidak menyangka akan meraih posisi tertinggi di tingkat nasional untuk Regional Tengah.
“Kami memang optimis bisa meraih juara, tapi tidak menyangka akan menjadi Juara 1 Nasional,” katanya.
Ia menambahkan, sejak MAN 4 Banjar mendapat intervensi Program PJAS dari BPOM pada 2024, pihak sekolah langsung melakukan berbagai langkah konkret.
Pengecekan berkala terhadap tanggal kedaluwarsa, serta memastikan kebersihan dan keamanan jajanan di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar Merilu Ripner, yang turut mendampingi Kepala MAN 4 Banjar dalam penerimaan anugerah tersebut, menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesehatan, termasuk melalui penyediaan jajanan sekolah yang aman. Oleh karena itu, edukasi terkait PJAS ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Merilu menjelaskan, MAN 4 Banjar sudah menjadi Sekolah Ramah Anak sejak 2019, dan telah terstandarisasi oleh Kementerian PPPA RI.
“PJAS ini merupakan salah satu syarat dari sekolah ramah anak. Kami memberikan edukasi kepada pihak sekolah terkait pentingnya penyediaan pangan yang aman bagi anak-anak,” katanya.
Ia juga menambahkan, keterlibatan Forum Anak Kabupaten Banjar yang sebagian besar bersekolah di MAN 4 Banjar, turut berperan aktif dalam menyosialisasikan PJAS di lingkungan sekolah.
MAN 4 Banjar dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menerapkan PJAS. Ke depan, pihak sekolah juga perlu menjalin kerja sama dan belajar ke daerah lain, yang memiliki inovasi dalam penerapan PJAS.
Ia mengharapkan, sekolah lainnya di Kabupaten Banjar, bisa menerapkan PJAS ini. ril/dio

