Mata Banua Online
Sabtu, April 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Puluhan Siswa SMPN 33 Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi MBG

by Mata Banua
21 Oktober 2025
in Banjarmasin
0

 

D:\2025\Oktober 2025\22 Oktober 2025\5\hal 5\Walikota Banjarmasin H.Muhammad Yamin saat mengunjungi siswa SMP 33 yang dilarikan ke puskesmas.jpg
WALIKOTA Banjarmasin H.Muhammad Yamin saat mengunjungi siswa SMP 33 yang dilarikan ke puskesmas, karena mual dan muntah setelah diduga gara-gara mengonsumsi MBG.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Puluhan siswa SMPN 33 Kota Banjarmasin dilarikan ke Puskesmas Basirih Baru, Kecamatan Banjarmasin Barat, setelah mengeluhkan pusing dan mual, Selasa (21/10) siang. Bahkan ada beberapa siswa mengalami muntah-muntah, sakit perut hingga diare.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Salah seorang siswa, Fatimah mengaku gejala sudah dirasa pada malam harinya setelah mengonsumsi MBG di sekolah pada Senin (20/10). Ia merasakan mual-mual disertai sakit perut.

“Dan hari ini gejala itu makin parah hingga lemas. Kemarin MBG lauknya ayam asam manis,” tutur Fatimah.

Sementara, Kepala Puskesmas Basirih Baru, Sismiyanti mengatakan dugaan keracunan yang terjadi pada puluhan siswa SMPN 33 Kota Banjarmasin belum bisa dipastikan.

Namun, rata-rata siswa mengalami keluhan sakit perut, mual, muntah hingga diare seperti gejala umum keracunan.

Kalaupun keracunan, dugaan MBG yang dikonsumsi kemarin, menurutnya, tetap tak bisa dipastikan menjadi penyebab, sebelum diselidiki lebih lanjut.

“Kami belum bisa menyatakan dugaan keracunan, karena perlu pemeriksaan lebih lanjut dan kita sudah ambil beberapa sampel MBG,” ungkap Sismiyanti.

Saat ini, lanjut Sismiyanti, puskesmas fokus memberikan penanganan terhadap siswa dilarikan agar pulih kembali.

Selama pemeriksaan, ada sejumlah siswa yang sempat mengalami diare beberapa kali. Namun setelah diobservasi kurang lebih 30 menit dan kondisinya sudah membaik.

“Alhamdulillah aman, setelah kita periksa dan observasi, rata-rata siswa sudah bisa dipulangkan. Bahkan ada yang kembali bersekolah lagi dan tetap kami pantau kondisinya di sekolah,” ujarnya.

Adapun siswa yang dilarikan ke puskesmas ada sekitar 30 lebih dan hingga saat ini jumlah terus bertambah. Seiring siswa terus berdatangan ke Puskesmas Basirih Baru.

Kabar ini terdengar oleh Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin yang langsung menjenguk para siswa di puskesmas setempat. Ia juga memastikan seluruh siswa tersebut langsung mendapatkan penanganan segera.

“Alhamdulillah, semuanya sudah diberi obat dan vitamin. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, karena belum tentu ini keracunan dari MBG,” jelas Yamin.

Dirinya meminta laporan dari dokter yang memeriksa siswa serta mendengarkan kronologi beberapa anak terkait makanan terakhir yang mereka konsumsi.

“Kita tidak tahu pasti anak-anak ini makan apa pagi tadi. Jadi belum bisa langsung dikaitkan dengan MBG,” jelasnya.

Untuk memastikan penyebab sebenarnya, Walikota Banjarmasin telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan investigasi menyeluruh. Pemerintah juga berencana memanggil pihak penyedia makanan MBG serta guru pengawas di sekolah untuk dimintai keterangan.

“Pihak sekolah dan guru harus jadi pengawas pertama yang menjamin keamanan makanan. Kami juga minta penyedia MBG lebih disiplin dalam penyajian, jangan mengerjakan malam untuk disajikan besok siang,” tegas Yamin.

Yamin menegaskan, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin untuk sementara dihentikan hingga hasil uji laboratorium resmi keluar. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak ada kasus serupa terulang di sekolah lain.

“Hari ini memang belum dibagikan karena ada yang sakit perut. Kami tunggu hasil uji klinis dulu sebelum dilanjutkan,” tutupnya.

Bagi Yamin, program MBG tetap menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar siswa. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak merupakan prioritas utama daripada target program. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper