
BANJARMASIN – Trend investasi di Kalimantan Selatan terus menggeliat. Sektor pertambangan dan perdagangan dan jasa menunjukkan trend investasi tertinggi di semester I tahun 2025 (Januari-Juni).
Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Selatan Endri AP MAP saat Bimbingan Teknis Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko/LKPM di Calamus Ballroom Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (16/10).
Ia mengungkapkan, total realisasi investasi Kalsel tembus mencapai Rp 16,37 triliun atau melebihi persentase target RPJMD 112,61 persen dan BKPM 54,13 persen.
“Nilai investasi tersebut berupa Penanaman Modal Asing (PMA) 608 proyek dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 12.724 proyek, dari total 13.332 proyek. Realisasi trend investasi PMA sebesar 16,5 persen dan PMDN sebesar 83,5 persen, atau PMA sebesar 3,5 triliun dan PMDN sebesar 12,8 triliun,” ujarnya.
Ia menyebutkan, investasi tertinggi di Kalsel berasal dari sektor pertambangan (PMA) di Kabupaten Kotabaru senilai Rp 1,4 triliun, sedangkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi di Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp 3.54 triliun, dan proyek terbanyak di Kota Banjarmasin, yakni 3.066 proyek.

Endri menambahkan, realisasi investasi triwulan II (April-Juni) sebesar 9,22 triliun yang terdiri atas PMA sebesar 1,5 triliun dan PMDN sebesar 7,6 triliun.
Ia pun optimis hingga akhir tahun 2025, trend pertumbuhan ekonomi terus meningkat, terlebih saat ini sektor perdagangan dan jasa juga semakin bergairah.
“Terbukti dengan banyak dibangun perhotelan di beberapa daerah. Hal itu menunjukan kondisi daerah yang kondusif dan investasi yang baik,” katanya.
Meski begitu, lanjut dia, pihaknya akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor agar masuk ke Kalimantan Selatan, salah satunya dengan membuat aplikasi ‘Bakantan’ yang memberikan informasi lengkap dan kemudahan dalam pelayanan.
“Sebab potensi investasi di Kalsel masih sangat besar, terutama investasi manufaktor seperti industri kepala sawit dan limbahnya yang bisa dimanfaatkan menjadi pellet, pengolahan sarang Burung Walet, limbah dari industri kayu, serta potensi pertanian. Kami juga menyiapkan regulasi penanaman modal untuk memudahkan penanaman investasi di Kalsel,” pungkasnya. via

