BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menyatakan pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan komitmen mendukung pemberdayaan umat berbasis zakat.
“Pemprov Kalsel tetap komitmen mendukung pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Banua,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (16/10).
Hal itu seperti tertuang dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Anil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel tahun 2025 di Banjarbaru.
H Muhidin mengakui, potensi zakat di Kalsel sangat besar apabila dikelola secara maksimal sehingga bisa membantu pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Saya yakin apabila zakat yang potensinya besar di Kalsel, kalau dikelola secara profesional akan berdampak luas bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi,” katanya.
Karena itu, H Muhidin berharap Baznas provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel hendaknya lebih optimal menghimpun zakat dari para muzakki yang ada di banua ini.
Terpisah, Pimpinan Baznas RI, Dr Hj Saidah Sakwan, MA mengatakan meskipun Kalsel termasuk posisi nomor dua penduduk miskin terendah di Indonesia, tetapi jumlahnya masih cukup besar dan perlu perhatian.
Saidah mengungkakan jumlah penduduk miskin di Kalsel masih cukup besar mencapai 129.035 orang atau 3,83 persen, mereka ini yang menjadi sasaran penyaluran manfaat dari dana yang dikumpulkan Baznas di Kalsel.
Secara nasional, sebut Saidah, BAZNAS telah mengumpulkan dana masyarakat tahun 2024 mencapai Rp41 triliun dan telah mampu membangun sekitar 11 ribu rumah yang layak huni bagi keluarga miskin di Indonesia.
Dari dana zakat itu, katanya, secara nasional telah mampu memberikan beasiswa baik luar negeri maupun dalam negara kepada 38.600 anak sebagai upaya menyiapkan generasi berkualitas di masa mendatang.
Ketua Baznas Provinsi Kalsel, H Irhamsyah Safari menyatakan Baznas Kalsel siap menjadi garda terdepan mendukung program pemerintah nasional dan Provinsi Kalsel dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Menyinggung pengumpulan zakat di Kalsel, Irham (sapaan akrabnya) menyebutkan dari target Rp105,728 miliar tahun 2025, hingga saat ini terkumpul sekitar Rp73 miliar sekitar 74 persen.
“Dari dana yang dihimpun dari para muzakki di Kalsel tersebut, telah tersalurkan sekitar Rp55,125 miliar sekitar 70 persen kepada penerima manfaat,” katanya. ani

