Mata Banua Online
Sabtu, April 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemko Galakkan Enam Poin Aksi Tangani Stunting

by Mata Banua
12 Oktober 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\Oktober 2025\13 Oktober 2025\5\HM Yamin.jpg
HM YAMIN. (foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini menggalakkan enam poin penanganan penurunan kasus stunting di kota setempat.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Minggu, menyatakan ini merupakan komitment untuk menurunkan kasus stunting mengingat prevalensinya masih di angka 26,5 persen pada 2024.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Terutama Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kota Banjarmasin ditekankan untuk komitmen melakukan aksi konvergensi menjalankan enam poin penanganan kasus gagal tumbuh pada anak karena kurang gizi tersebut.

Adapun enam poin aksi yang digalakkan tersebut, pertama mendorong seluruh kelurahan mengaktifkan TP3S dan memastikan kegiatan pencegahan berjalan di wilayah masing-masing tanpa terkecuali.

Kemudian poin yang kedua, kata Yamin, menyusun pedoman serta jadwal monitoring dan evaluasi secara rutin, serta memperkuat sistem pelaporan agar program berjalan tepat sasaran.

Poin yang ketiga, ujarnya, meningkatkan koordinasi lintas sektor melalui penguatan forum TP3S agar seluruh indikator kinerja dapat tercapai secara terukur.

“Poin yang keempat memastikan dukungan anggaran yang memadai di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk intervensi sensitif dan spesifik terkait stunting,” ujarnya.

Yamin menyatakan poin yang kelima adalah mengintegrasikan basis data stunting agar tidak terjadi tumpang tindih sasaran dan memastikan keluarga berisiko mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan.

“Poin yang keenam adalah meningkatkan kapasitas kader posyandu, memastikan insentif tersedia, serta melibatkan CSR perusahaan dalam mendukung program pencegahan stunting,” ujarnya.

Yamin menyatakan, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor, seperti pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

“Konvergensi lintas sektor inilah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, saya yakin angka stunting di Kota Banjarmasin dapat kita turunkan secara signifikan,” tegasnya.

Menurut dia, upaya menurunkan angka stunting bukan hanya untuk memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak, tetapi juga untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas dan produktif.

“Ini untuk mewujudkan visi Banjarmasin Maju Sejahtera, yakni kota yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas serta kesehatan masyarakatnya secara berkelanjutan,” demikian katanya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper