Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Timnas Indonesia Masa Bodoh soal Sanksi FIFA ke Malaysia

by Mata Banua
8 Oktober 2025
in Olahraga
0
D:\2025\Oktober 2025\9 Oktober 2025\9\Olahraga Kamis\timnas.jpg
Patrick Kluivert (Foto:mb/Foto: dok PSSI)

Jeddah – Timnas Indonesia disinggung soal sanksi FIFA ke Malaysia terkait data palsu 7 pemain naturalisasinya. Pelatih Patrick Kluivert enggan mengomentarinya.

Hal itu ditanyakan wartawan dalam konferensi pers jelang laga Indonesia vs Arab, Selasa (7/10). Kluivert disinggung soal sanksi FIFA ke Malaysia.

Berita Lainnya

Ribuan Karateka Bertanding Dalam Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai 2026

Ribuan Karateka Bertanding Dalam Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai 2026

9 April 2026
PSG Amankan Kemenangan Kandang 2-0 Atas Liverpool

PSG Amankan Kemenangan Kandang 2-0 Atas Liverpool

9 April 2026

Pelatih asal Belanda itu langsung merespons singkat. Ia enggan mengomentarinya, seraya menegaskan fokusnya cuma untuk laga melawan Arab.

“Saya tak membahas itu. Saya membahas soal pertandingan besok. Itu bukan hal yang saya pikirkan. Yang penting adalah pertandingan besok,” kata Patrick Kluivert.

Sebelumnya, FIFA menghukum Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dan 7 pemain naturalisasinya. Hal itu terkait data palsu terkait asal-usul pemainnya.

Dalam laporan investigasi FIFA yang dirlis Senin (6/10/2025), FIFA menyebut FAM teledor terkait data-data para pemain naturalisasinya.

FIFA mengungkap, nenek dan kakek 7 pemain Malaysia bukan atau tidak berasal dari Malaysia. Padahal klaim sebelumnya menyatakan sebaliknya.

Meski FAM dan para pemainnya dinyatakan tidak melakukan pemalsuan dokumen itu, FIFA tetap menjatuhkan sanksi keras. Denda miliaran dijatuhi ke federasi, dan pemainnya juga didenda plus dilarang beraktivitas selama 12 bulan. dtc

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper