Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jonatan Christie Juara Korea Open 2025

by Mata Banua
28 September 2025
in Olahraga
0

* Fajar/Fikri Runner Up (sub judul)

D:\2025\September 2025\29 September 2025\9\Olahraga Senin\jonatan.jpg
Jonatan Christie juara Korea Open 2025 setelah mengalahkan Anders Antonsen dalam final di Gimnasium Suwon, Minggu (28/9).9foto:mb/web)

Jakarta – Jonatan Christie juara Korea Open 2025 setelah mengalahkan Anders Antonsen dalam final di Gimnasium Suwon, Minggu (28/9).

Berita Lainnya

Liverpool ke Jalur Kemenangan Setelah Kalahkan Fulham 2-0

Liverpool ke Jalur Kemenangan Setelah Kalahkan Fulham 2-0

12 April 2026
Hantam Espanyol 4-1, Barcelona semakin Kokoh di Posisi Pertama

Hantam Espanyol 4-1, Barcelona semakin Kokoh di Posisi Pertama

12 April 2026

Jonatan menang 21-10, 15-21, 21-17 dalam 75 menit. Pengamatan yang tepat dari Antonsen untuk dorongan kok Jonatan yang terlalu kebelakang membuat unggulan pertama itu unggul 4-2.

Duel ketat terjadi pada awal gim pertama. Jonatan menyamakan skor jadi 4-4. Kesalahan beruntun dari Antonsen membuat Jojo kembali unggul 5-4.

Antonsen mendapatkan perawatan pada siku kanan karena mengalami luka usai berupaya mengembalikan kok dari Jonatan. Momen itu terjadi saat skor imbang 5-5.

Jojo menambah keunggulan jadi 11-7 pada interval gim pertama. Luka pada lengan kanan seperti memberikan pengaruh pada penampilan Antonsen pada gim pertama.

Smes menyilang ke sisi backhand membuat Jonatan unggul 16-8. Sejumlah kesalahan yang dibuat Antonsen memberikan keuntungan bagi Jonatan.

Smes-smes menyilang menjadi senjata andalan Jonatan meraih poin dari Antonsen pada gim pertama. Jonatan unggul 21-10 atas Antonsen pada gim pertama.

Duel ketat terjadi pada gim kedua. Antonsen tidak rela gelar juara Korea Open 2025 jatuh ke tangan Jonatan. Rapatnya pertahanan Antonsen membuat Jonatan memainkan bola-bola panjang ke belakang.

Akan tetapi, taktik itu terkadang berujung eror karena kok yang jatuh di luar lapangan. Antonsen unggul 11-8 pada interval gim kedua.

Dua kesalahan beruntun Jojo yang gagal mengantar kok melewati net membuat Antonsen menjauh dengan keunggulan 14-9.

Dominasi Antonsen pada gim kedua membuat konsentrasi Jonatan menurun dan cenderung sering membuat eror. Empat kali berturut-turut pengembalian Jonatan menyangkut di net. Antonsen unggul 21-15 pada gim kedua setelah pengembalian Jonatan keluar lapangan. Laga berlanjut ke rubber game.

Sempat tertinggal 1-3 pada awal gim ketiga, Jonatan membalikkan kedudukan jadi 4-3. Pertarungan ketat kembali terjadi pada gim tiga. Jonatan lebih dulu unggul 6-4, namun Antonsen menyamakan skor jadi 6-6.

Permainan net Jonatan memaksa Antonsen terus melambungkan kok ke belakang, yang terkadang berujung terlalu melebar.

Aantonsen mulai kewalahan meladeni smes menyilang Jonatan pada poin-poin krusial. Jonatan menutup pertandingan dengan juara tunggal putra Korea Open 2025. Jonatan mengalahkan Antonsen 21-17 pada gim ketiga setelah pukulan lawan menyangkut di net.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dipastikan menjadi runner up Korea Open 2025 usai kalah 16-21, 21-23 dari pasangan tuan rumah, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam partai final yang digelar di Suwon Gymnasium, Suwon, Minggu (28/9).

Pertandingan berlangsung sengit, terutama di gim pertama yang penuh ketegangan dan aksi kejar-mengejar poin.

Fajar/Fikri langsung tancap gas sejak awal gim pertama, membuka keunggulan cepat dengan skor 1-0, lalu melanjutkan ke 2-0. Namun, pasangan Korea tak tinggal diam dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pasangan Indonesia kembali menekan dan menciptakan keunggulan 5-2, namun Kim/Seo kembali menunjukkan konsistensi mereka dan mengejar hingga menyamakan kedudukan di angka 5-5. Duel berlangsung semakin seru dengan reli-reli panjang dan pertahanan solid dari kedua pasangan.

Kejar-mengejar poin terus terjadi hingga skor 8-8, lalu 9-9, sebelum pasangan Korea berhasil memimpin saat interval dengan keunggulan 11-9.

Usai jeda, Fajar/Fikri berupaya mengembalikan momentum. Mereka menyamakan skor menjadi 11-11, kemudian berimbang hingga 12-12, 13-13, 14-14, dan 15-15. Atmosfer pertandingan semakin tegang dengan kedua pasangan tampil all-out.

Namun, setelah kedudukan 16-16, dominasi mulai bergeser ke pasangan Korea. Mereka meraih lima poin beruntun tanpa balas dan menutup gim pertama dengan skor 21-16.

Memasuki gim kedua, pasangan Korea kembali tampil agresif dan sempat unggul 4-3. Namun, Fajar/Fikri dengan tenang menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Pertarungan kembali berjalan sengit dengan skor imbang 7-7. Setelah itu, Fajar/Fikri mulai menemukan ritme permainan mereka dan memanfaatkan celah pertahanan lawan. Mereka menciptakan keunggulan beruntun menjadi 8-7, 9-7, dan kemudian 10-8.

Momentum positif ini membawa Fajar/Fikri unggul saat interval gim kedua dengan skor 11-8.

Namun selepas jeda, permainan Indonesia sempat goyah. Beberapa kesalahan beruntun dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Korea, yang berhasil menyamakan skor menjadi 11-11.

Tekanan semakin meningkat saat serangan-serangan Fajar/Fikri mulai terbaca dan berhasil dipatahkan oleh Kim/Seo. Situasi pun berbalik, dan ganda Korea memimpin 12-11

Sayangnya, kesalahan pasangan Indonesia membuat pasangan Korea berhasil memperlebar keunggulan menjadi 14-12. Namun pasangan Indonesia mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 14-14.

Kemudian pasangan Korea mampu unggul 17-15. Fajar/Fikri mampu memangkas skor menjadi 16-17.

Namun ganda putra Indonesia sangat kesulitan menembus pasangan Korea, hingga harus membuat Fajar menjatuhkan badan demi menjangkau shuttlecock. Meski sempat tertinggal 19-17, Fajar/Fikri mampu berjuang habis-habisan hingga menyamakan skor menjadi 19-19.

Bahkan, pukulan pasangan Korea yang keluar membuat Fajar/Fikri berbalik memimpin 20-19 di pengujung gim kedua. Sayangnya, pukulan Fajar menyangkut di net membuat skor 20-20.

Namun, defence counter dari Fikri berhasil menipu pasangan Korea untuk membawa ganda Indonesia unggul 21-20. Tapi smes dari Kim membawa Korea menyamakan kedudukan 21-21. Serangan cepat langsung membawa pasangan Korea berbalik memimpin 22-21.

Hingga akhirnya pasangan Korea Selatan berhasil mengalahkan Fajar/Fikri di game kedua dengan skor 23-21.web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper