
BANJARMASIN – PT Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan melakukan evaluasi secara menyeluruh berkaitan dengan keamanan dan keselamatan di area kontainer pelabuhan, setelah kejadian kecelakaan kerja oleh pihak eksternal di CCC/CDC kontainer Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, beberapa waktu lalu.
“Pascakejadian kami langsung berkoordinasi dengan tim HSSE dan operasional PT MTI untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” kata Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Suprayogi Sumarkan, Minggu (3/8).
Ia menyatakan akan dilakukan upaya peningkatan keamanan terminal yang difokuskan pada prosedur keamanan, titik rawan blind spot, dan sistem komunikasi antarkru agar peristiwa serupa tidak terulang.
Manajemen Pelindo pun menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan operasional, khususnya pada area stuffing dan bongkar muat yang memiliki risiko tinggi.
“Kegiatan operasional di area CCC/CDC tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tim HSSE dan operasional untuk menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Meskipun korban merupakan pihak eksternal yang beraktivitas di wilayah CCC/CDC PT MTI, namun atas kecelakaan kerja tersebut Pelindo melalui PT MTI memberikan santunan kepada keluarga korban.
Pelindo pada kesempatan ini juga mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan dalam bekerja, khususnya di area pelabuhan.
Pihak manajemen Pelindo melalui PT MTI juga telah melakukan pelaporan ke pihak terkait guna mengetahui penyebab pasti kejadian, dan proses hukumnya ditangani Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Banjarmasin.
Sebelumnya diberitakan, seorang kernet truk berinisial AI (22), tewas terjepit kontainer di areal kontainer PT SI Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Jumat (1/8). Sedangkan pelaku berinisial GPP yang merupakan seorang sopir truk.
Saat itu, pelaku ingin melakukan bongkar muat semen, kemudian menyuruh korban turun dari mobil untuk menjaga posisi mobil dari sebelah kanan dan kiri. Namun, korban malah ke belakang truk dan tidak terlihat oleh pelaku. Setelah dilakukan pengecekan korban sudah dalam keadaan terjepit belakang truk dengan kontainer. ant

