Mata Banua Online
Kamis, Maret 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tengkulak Ayam Untung 67 Persen

by Mata Banua
19 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) akan memangkas jalur distribusi ayam hidup broi­ler (livebird) lantaran keuntungan yang di­kan­tongi middleman alias tengkulak bisa men­capai 67%.

Direktur Jenderal Peternakan dan Ke­sehatan Hewan Kementan Agung Su­ganda mengatakan, saat ini pihaknya ber­sama dengan kementerian/lembaga terkait tengah menyusun langkah untuk me­ngurangi rantai pasok ayam hidup.

Berita Lainnya

Wabup Banjar Hadiri FGD Strategi Fiskal Daerah

Istana Sebut Stok Beras Aman

11 Maret 2026
Emas Antam Naik Rp40 Ribu Jadi Rp3,087 Juta per Gram

Emas Antam Naik Rp40 Ribu Jadi Rp3,087 Juta per Gram

11 Maret 2026

Agung mengakui jalur distribusi ayam broiler terlalu panjang ke tangan kon­sumen. Bahkan, ada campur tangan middleman di dalam pendistribusian ayam hidup ini. “Saat ini rantai tata nia­ganya terlalu panjang dari mulai pe­ter­nakan, begitu dijual di peternakan, sam­pai ke rumah potong itu melalui ban­yak middlemen. Ada di sana bro­ker, kemudian pengepul, distributor 1, [distributor] 2. Nah, di sinilah porsi mar­gin itu tentu akan bertambah terus,” kata Agung saat ditemui di Kantor Ke­mentan, Jakarta.

Berdasarkan kalkulasi Kementan, middleman diperkirakan mampu me­ra­up keuntungan hingga 67% dari pe­ter­nakan hingga ke tangan konsumen. “Ka­mi sudah coba menghitung dari mu­lai broker sampai dengan karkas yan­g dijual ke konsumen, karena dari ru­mah potong itu sampai ke konsumen itu ada pengepul juga, ada lapak lagi. Itu marginnya bisa 67%. Jadi itulah ya­ng mau kita kurangi,” ujarnya.

Agung menuturkan, Kementan akan memangkas margin yang di­kan­to­ngi middleman agar para peternak me­raup untung. Dengan begitu, harga da­ging ayam di tingkat konsumen tidak me­lambung tinggi.

Untuk itu, Kementan mendorong agar para peternak rakyat alias peternak man­diri membentuk koperasi atau ber­ga­bung ke dalam Koperasi Desa/Ke­lu­rahan (KopDes/Kel) Merah Putih un­tuk memasok daging ayam sehingga ak­ses distribusi menjadi lebih efisien.

“Jadi porsi yang 67% margin tadi itu bisa dikurangi hanya maksimum di 10% sehingga sisa margin tadi itu bisa di­be­rikan kepada peternak kita, tetpi di sisi lain konsumen kita tetap men­da­patkan harga karkas yang masih re­la­tif wajar dan terjangkau. Itu yang ka­mi harapkan,” terangnya.

Di samping itu, nantinya keb­e­ra­daan koperasi juga bisa sebagai pe­ran­tara untuk memasok kebutuhan dapur Sa­tuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gra­tis (MBG).

Terpisah, Badan Pangan Nasional (Ba­pa­nas) berharap Makan Bergizi Grat­is (MBG) bisa ikut mendongkrak har­ga ayam yang sedang anjlok hingga Rp25 ribu per kilogram (kg).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Sta­bilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa berharap program itu bisa me­nambah permintaan ayam dari pe­ternak. Dengan demikian, stabilisasi har­ga bisa tercapai.

“Inikan upaya kita mendorong, nan­ti MBG, BGN juga akan bisa ber­ko­laborasi, kita harapkan juga apa yang di program BGN juga akan nyambung nih, bisa menarik serapan ayam terkait de­ngan karkas,” kata Ketut.

Bapanas sudah beberapa kali ber­komunikasi dengan Badan Gizi Na­si­onal (BGN) mengenai hal ini. M­e­nu­rut­nya, persiapan terus dilakukan. Dia be­r­harap MBG bisa memotong rantai pa­sok ayam karena BGN langsung memesan ke peternak. Selama ini, ran­tai pasok ayam terlalu panjang sehingga har­ga di peternak rendah dan di pembeli ti­ng­gi. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper