Mata Banua Online
Jumat, Desember 5, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tengkulak Ayam Untung 67 Persen

by Mata Banua
19 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) akan memangkas jalur distribusi ayam hidup broi­ler (livebird) lantaran keuntungan yang di­kan­tongi middleman alias tengkulak bisa men­capai 67%.

Direktur Jenderal Peternakan dan Ke­sehatan Hewan Kementan Agung Su­ganda mengatakan, saat ini pihaknya ber­sama dengan kementerian/lembaga terkait tengah menyusun langkah untuk me­ngurangi rantai pasok ayam hidup.

Berita Lainnya

D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\7\Hal Ekonomi, 05 Desember\csas.jpg

UMP 2026 Diumumkan Senin, Ini Bocorannya

4 Desember 2025
D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\7\Hal Ekonomi, 05 Desember\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Emas Antam Kembali Turun, Jadi Rp2.406.000 per Gram

4 Desember 2025

Agung mengakui jalur distribusi ayam broiler terlalu panjang ke tangan kon­sumen. Bahkan, ada campur tangan middleman di dalam pendistribusian ayam hidup ini. “Saat ini rantai tata nia­ganya terlalu panjang dari mulai pe­ter­nakan, begitu dijual di peternakan, sam­pai ke rumah potong itu melalui ban­yak middlemen. Ada di sana bro­ker, kemudian pengepul, distributor 1, [distributor] 2. Nah, di sinilah porsi mar­gin itu tentu akan bertambah terus,” kata Agung saat ditemui di Kantor Ke­mentan, Jakarta.

Berdasarkan kalkulasi Kementan, middleman diperkirakan mampu me­ra­up keuntungan hingga 67% dari pe­ter­nakan hingga ke tangan konsumen. “Ka­mi sudah coba menghitung dari mu­lai broker sampai dengan karkas yan­g dijual ke konsumen, karena dari ru­mah potong itu sampai ke konsumen itu ada pengepul juga, ada lapak lagi. Itu marginnya bisa 67%. Jadi itulah ya­ng mau kita kurangi,” ujarnya.

Agung menuturkan, Kementan akan memangkas margin yang di­kan­to­ngi middleman agar para peternak me­raup untung. Dengan begitu, harga da­ging ayam di tingkat konsumen tidak me­lambung tinggi.

Untuk itu, Kementan mendorong agar para peternak rakyat alias peternak man­diri membentuk koperasi atau ber­ga­bung ke dalam Koperasi Desa/Ke­lu­rahan (KopDes/Kel) Merah Putih un­tuk memasok daging ayam sehingga ak­ses distribusi menjadi lebih efisien.

“Jadi porsi yang 67% margin tadi itu bisa dikurangi hanya maksimum di 10% sehingga sisa margin tadi itu bisa di­be­rikan kepada peternak kita, tetpi di sisi lain konsumen kita tetap men­da­patkan harga karkas yang masih re­la­tif wajar dan terjangkau. Itu yang ka­mi harapkan,” terangnya.

Di samping itu, nantinya keb­e­ra­daan koperasi juga bisa sebagai pe­ran­tara untuk memasok kebutuhan dapur Sa­tuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gra­tis (MBG).

Terpisah, Badan Pangan Nasional (Ba­pa­nas) berharap Makan Bergizi Grat­is (MBG) bisa ikut mendongkrak har­ga ayam yang sedang anjlok hingga Rp25 ribu per kilogram (kg).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Sta­bilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa berharap program itu bisa me­nambah permintaan ayam dari pe­ternak. Dengan demikian, stabilisasi har­ga bisa tercapai.

“Inikan upaya kita mendorong, nan­ti MBG, BGN juga akan bisa ber­ko­laborasi, kita harapkan juga apa yang di program BGN juga akan nyambung nih, bisa menarik serapan ayam terkait de­ngan karkas,” kata Ketut.

Bapanas sudah beberapa kali ber­komunikasi dengan Badan Gizi Na­si­onal (BGN) mengenai hal ini. M­e­nu­rut­nya, persiapan terus dilakukan. Dia be­r­harap MBG bisa memotong rantai pa­sok ayam karena BGN langsung memesan ke peternak. Selama ini, ran­tai pasok ayam terlalu panjang sehingga har­ga di peternak rendah dan di pembeli ti­ng­gi. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper