Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Peserta Didik Sekolah Rakyat di Kalsel 225 Orang

by Mata Banua
19 Juni 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Juni 2025\20 juni 2025\2\BERITA DAN FOTO UNTUK HALAMAN 2, TERBIT JUMAT TANGGAL 20 JUNI 2025\4.jpg
Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, H Gusti Yanuar Noor Rifai. (Foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, H Gusti Yanuar Noor Rifai menyebutkan jumlah peserta didik sekolah rakyat di Kalsel tercatat sebanyak 225 orang.

“Peserta Didik sekolah rakyat di Kalsel sebanyak 225 orang tersebut sementara ditampung di Balai Besar PPKS sebanyak 125 orang dan di Panti Budi Luhur Banjarbaru 100 orang,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (20/6).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Menurut Rifai, peserta Didik sekolah rakyat di Kalsel tersebut meliputi tingkat SMP dan SMA sesuai dengan persyaratan usia yang berasal dari keluarga miskin, gelandangan dan pengemis.

Peserta didik sekolah rakyat di Kalsel tersebut dititipkan di dua lokasi itu, sebut Rifai, sambil menunggu pembangunan gedung milik Pemprov Kalsel yang direncanakan di atas lahan seluas lima hektar dekat RSJ Sambang Lihum.

Menurut dia, pembangunan fasilitas gedung untuk sekolah rakyat di Kalsel tersebut, berasal dari APBN dan diharapkan segera dibangun.

Untuk pembangunan gedung sekolah rakyat tersebut, katanya, perkiraan anggaran antara Rp200 miliar hingga Rp250 miliar, belum termasuk biaya makan peserta didik, karena semuanya menginap di asrama.

Sementara tenaga pendidik di sekolah rakyat tersebut, sebut Rifai, telah direkrut Kementerian Sosial (Kemensos) jumlahnya sebanyak 50 orang.

Dalam kesempatan itu, Rifai mengakui ada sejumlah daerah di Kalsel yang mengusulkan sekolah rakyat seperti Kotabaru, Batola, Tapin, Tanah laut (Tala) dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Untuk penyediaan makanan bagi peserta didik sekolah rakyat tersebut, lanjutnya, bisa disediakan koperasi Merah Putih yang telah terbentuk.

Jumlah peserta didik di sekolah rakyat tersebut, sebut Rifai, kedepannya bisa mencapai 1.000 orang baik tingkat SMP maupun tingkat SMA sederajat.

Sedangkan proses pembelajaran di sekolah rakyat tersebut, katanya, diperkirakan bulan Juli 2025 sesuai masa pembelajaran murid baru. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper