
MARTAPURA – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan tata cara penyembelihan hewan halal sesuai syariat Islam, Ketua Juru Sembelih Halal (Juleha) DPD Kabupaten Banjar Ustazd H Muhammad Gozali bersama dengan Wakil Sekretaris Muhammad Hafizi, menghadiri talkshow (gelar wicara) edukatif di Radio Suara Banjar, Kamis (12/6).
Gelar wicara ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya penyembelihan hewan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, baik dalam proses kurban maupun penyembelihan hewan sehari-hari.
“Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya Bupati Banjar, yang telah memberikan dukungan luar biasa bagi kami dalam menjalankan kegiatan ini,” ujar Ustadz Gozali.
Menurut Ustadz Gozali, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam proses penyembelihan, agar memenuhi standar kehalalan. Penyembelihnya harus beragama Islam, dan niat yang tulus untuk menyembelih dengan cara yang benar. Selain itu, alat yang digunakan harus sesuai dengan tuntunan Islam, yakni pisau yang terbuat dari baja atau besi tajam, dan tidak boleh menggunakan kuku atau tulang.
Melalui pembelajaran yang intensif di Juleha, para anggota juga diajarkan untuk mengasah pisau dengan teknik yang benar, agar penyembelihan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Salah satu aspek menarik yang dijalankan oleh Juleha adalah pelatihan rutin bagi anggotanya. Setiap minggu, anggota Juleha diberi kesempatan untuk berlatih menyembelih hewan secara langsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), terutama di Banjarmasin. “Kami tidak hanya mengajarkan teori, tapi juga praktik. Setiap anggota kami harus tahu cara mengasah pisau dengan benar, karena kalau tumpul, penyembelihan bisa gagal atau menjadi tidak sempurna,” ungkap Hafizi.
Juleha juga terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar tentang penyembelihan halal. “Kami menerima siapa saja yang ingin bergabung, tidak hanya sebagai anggota, tetapi juga bagi yang ingin belajar lebih dalam tentang cara menyembelih yang benar,” tambah Hafizi.
Dalam pembicaraan tersebut, Ustadz Gozali juga mengungkapkan visi Juleha ke depan untuk Kabupaten Banjar. “Kami berharap, di setiap musala atau masjid ada minimal 1 Juleha. Tujuannya agar setiap desa atau kecamatan bisa mandiri dalam menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam,” katanya. ril/dio

