
BANJARMASIN – Para tokoh adat Dayak mengimbau masyarakat agar tak mudah terprovokasi dan menyerahkan penanganan kepada aparat kepolisian terkait penemuan jasad tanpa kepala di Dusun Bangkauan Desa Muara Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Ketua Demang Adat Suku Dayak Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Uncau Man menyampaikan agar persoalan tersebut jangan sampai melebar.
“Masyarakat HSS di imbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang berkembang di media sosial,” ucapnya, Jumat (6/6).
Menurutnya, permasalahan pembunuhan yang terjadi di Loksado agar di tangani pihak Polri selaku aparat penegak hukum. “Mari kita dukung Polri bisa segera mengungkap kasus ini,” katanya.
Senada, Ketua Adat Suku Dayak Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Sakrani juga berharap masyarakat bisa menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.
Sementara, Ketua Dewan Adat Dayak HSS Jani juga mengimbau kepada masyarakat Desa Ulang bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah percaya dengan isu yang tak bertanggung jawab melalui media sosial maupun masyarakat.
Pembakal Desa Muara Ulang Stepanus juga meminta seluruh masyarakat agar bisa menahan diri dan mempercayakan kasus pembunuhan bisa di atasi dengan baik oleh kepolisian.
“Jangan sampai terprovokasi dengan hal yang tidak bertanggung jawab, ini tugas polisi mengungkap hingga tuntas,” ujarnya.
Diketahui, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penemuan jasad tanpa kepala di Dusun Bangkauan, Desa Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS pada Sabtu (31/5). Kepala korban ditemukan di area hutan Kumuh wilayah HST pada Selasa (3/6). ant

