
BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin tahun ini akan membangunkan sistem pengelolaan limbah domestik untuk ratusan warga di sembilan (9) kelurahan kota ini. Program ini sebagai perwujudan kotaseht, bersih dan berkelanjutan sesuai dengan visi misi Indonesia emas.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda mengatakan pentingnya pembangunan sanitasi yang baik sebagai salah satu pilar utama kota sehat masyarakat sehat.
Menurutnya, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) dan sistem persampahan harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat.
“Sanitasi bukan hanya persoalan teknis pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis masyarakat menjadi strategi utama yang terus kita dorong,” ujarnya usai Sosialisasi Program Fisik Infrastruktur Berbasis Masyarakat Bidang Sanitasi, dalam rangka pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah domestik serta sistem pengelolaan persampahan untuk Tahun Anggaran 2025, di salah satu Hotel di Banjarmasin, Rabu (4/6/2024).
Ananda berharap seluruh elemen, baik pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga penerima manfaat menjadikan sosialisasi ini sebagai momentum dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif dalam menjaga lingkungan.
“Kita ingin mewariskan Kota Banjarmasin yang bersih, sehat, dan layak bagi generasi mendatang. Untuk itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran bersama,” tambahnya.
Sementara, Kepala PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengatakan terdapat 9 kelurahan yang menjadi prioritas perbaikan sanitasi dengan membangun MCK di sejumlah rumah warga. Total ada 9 kelurahan yakni Kelurahan Basirih Selatan, Mantuil, Kelayan Barat, Kelayan Selatan, Kelayan Timur, Tanjung Pagar, Pelambuan, Banua Anyar.
Dia berharap dengan sosialisasi dan bantuan infrastruktur sanitasi ini dapat merubah perilaku dalam pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Selain itu dilakukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) melalui dana DAK di Kelurahan Pangambangan.
“Tantangan utama kota ini bukan hanya pembangunan, tetapi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara mandiri,” katanya
Program ini sebagai upaya mewujudkan target Nasional akses sanitasi aman sebesar 15% pada tahun 2029.
Lurah Basirih Selatan, Sholhani mengatakan di wilayahnya 30 rumah warganya mendapatkan bantuan fasilitas sanitasi. ” Bantuan ini adalah tahun ketiga wilayah Basirih Selatan mendapatkannya untuk mengurangi pencemaran sungai di kawasan Basirih, “katanya. via

