
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin berpesan agar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI hendaknya menjadi rumah yang kuat dan teduh menaungi guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Banua.
“Saya berharap keberadaan IGTKI PGRI mampu menjadi rumah yang kuat dan teduh menaungi ribuan guru TK di Banua ini,” tandasnya dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj Husnul Khatimah di Banjarmasin, Rabu (28/5).
Hal itu disampaikannya pada peringatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI ke-75 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
HUT kali ini, sebut Muhidin, hendaknya menjadi momentum untuk membangkitkan semangat mengajar dan energi positif diantara rekan-rekan guru TK dan kesempatan mengenalkan kiprah guru TK kepada khalayak luas.
Muhidin mengatakan bahwa peran para guru TK sungguh luar biasa. Guru TK adalah pengajar sekaligus orang tua pertama yang anak-anak temui, dijenjang pertama pendidikan anak.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras, dedikasi dan pengabdian bapak, ibu semua adalah mutiara bagi bangsa ini, sejak dulu hingga nanti,” sebut Muhidin.
Muhidin menuturkan, tantangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di masa sekarang tentu berbeda dengan masa dahulu. Teknologi menciptakan perbedaan yang dinamis antar generasi berikutnya.
Generasi alpha yang kini duduk di bangku TK lebih cepat terpapar teknologi dan menyerap apa yang dilihatnya, hal itu menjadikannya cenderung tertarik dengan cara belajar visual dan interaktif serta pembelajaran untuk anak usia dini sejatinya ialah membentuk fondasi karakter.
“Saya berharap sejak dini anak harus ditanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan,” ucapnya.
Muhidin juga berpesan, IGTKI-PGRI Kalsel senantiasa menjaga kekompakan dan solidaritas antar anggota.
“Mari kita bersama-sama menguatkan kolaborasi dan sinergi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di kalimantan selatan,” katanya.
Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Kalsel, Noor Lailawati menyampaikan peringatan HUT IGTKI – PGRI ke-75 Provinsi Kalsel yang mengusung tema “Guru Taman Kanak-Kanak Bermartabat. Anak Indonesia Hebat. Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun mulai dari TK” dihadiri 2.500 peserta dari 13 kabupaten kota.
Lailawati menjelaskan, landasan wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK itu berdasarkan pada pondasi dalam galian emosional sosial, kemandirian, kreatifitas dan berbagi yang dilakukan pada saat anak dipendidikan usia dini khususnya di taman kanak-kanak.
“Anak dari TK belajarnya sehingga dapat berkesinambungan pembelajaran dari taman kanak-kanak yang kemudian kesekolah dasar atau madrasah,” jelasnya.
Adapun terkait dukungan dari pemerintah provinsi (Pemprov), Lailawati mengungkapkan bahwa para guru TK dalam hal fasilitas mendapat dukungan yakni dana hibah untuk kegiatan-kegiatan.
“Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang dihadiri kurang lebih 2.500 anggota IGTKI ini kedepan kami lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah dan juga untuk teman-teman kami di kabupaten kota yang sudah dapat ditangani oleh dinas pendidikan kabupaten kota,” katanya.
Alangkah lebih baiknya lagi, sebut dia, kedepannya ditambah lagi kesejahteraannya untuk guru-guru TK khsusunya yang meliputi keuangan atau insentifnya tingkat kabupaten kota.
Selama ini, menurutnya, guru honorer TK menerima insentif untuk naungan yayasan beragam dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta perbulan. Sedangkan insentif dari pemerintah nilainya Rp600 ribu sampai Rp2 juta tergantung pendapatan kabupaten kota.
“Walaupun mendapat insentif dengan nilai seperti itu para guru TK tetap eksis dengan dunia pendidikannya,” pungkasnya. end/adpim/ani

