Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dokter Jelaskan Beda Sakit Kepala Biasa dan Akibat Stroke

by Mata Banua
27 Mei 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Mei 2025\28 Mei 2025\11\Halaman 1-11 Rabu\dokter.jpg
(foto:mb/web)

Pecah pembuluh darah atau stroke hemoragik jadi sorotan usai meninggalnya suami jurnalis senior Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief pada Selasa (20/5). Ibrahim Sjarief dikabarkan mengembuskan napas terakhir usai mengalami pecah pembuluh darah.

Stroke hemoragik adalah kondisi saat pembuluh darah di otak pecah, memicu perdarahan ke jaringan otak di sekitarnya. Sakit kepala jadi salah satu gejala stroke hemoragik.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Tapi, bagaimana beda sakit kepala biasa dengan sakit kepala karena stroke?

Dokter spesialis saraf dari RS PON Reza Aditya Arpandy mengatakan, sakit kepala akibat stroke cenderung berbeda dengan keluhan biasa. Perbedaan ini juga tergantung pada jenis stroke yang dialami.

“Pada stroke perdarahan (hemoragik), sakit kepala biasanya muncul tiba-tiba dan sangat hebat atau sangat nyeri,” ujar Reza, melansir detikHealth.

Sementara pada kasus stroke iskemik atau sumbatan di pembuluh darah, sakit kepala biasanya muncul dalam bentuk ringan hingga sedang.

Masyarakat diimbau perlu mewaspadai gejala lain yang muncul selain sakit kepala. Misalnya, mulut mencong ke satu sisi, bicara tidak jelas, hingga kelemahan salah satu sisi tubuh.

“Jika sakit kepala muncul mendadak dan disertai gejala-gejala tersebut, maka kondisi ini harus segera dicurigai sebagai stroke dan memerlukan pemeriksaan segera,” ujar Reza.

Penanganan yang cepat jadi kunci kesembuhan pasien stroke. Seorang pasien memiliki waktu ‘golden period’ sekitar 4,5 jam usai timbulnya gejala stroke iskemik. Di waktu ini, dokter bisa mengupayakan pengobatan maksimal. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper