
BANJARMASIN – Program pengendalian banjir di perkotaan melalui National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) terus berlanjut. Tahap awal setelah proses pembebasan lahan di sepanjang Sungai Veteran, proyek bantuan hibah dari Bank Dunia itu mulai membangun jalan dengan menguruk sungai.
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR memastikan bahwa pemerintah kota mendukung penuh terhadap kelanjutan program NUFReP Sungai Veteran, Banjarmasin Tengah.
Menurutnya, program revitasasi sungai ini dibuat untuk mengatasi atau menanggulangi banjir di kawasan perkotaan yang dulu pernah terjadi di Banjarmasin.
“Dukungan Pemko Banjarmasin sangat krusial, mencakup pengadaan tanah maupun aspek livelihood. Kami juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk memastikan kelancaran proyek,” ujar Yamin.
Ia menyampaikan, proyek senilai Rp1 triliun yang didanai melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI ini terus berjalan dengan baik. Tahap pertama fokus pada pengerjaan dari kawasan Kelenteng Suci Nurani, hingga Jalan Simpang Ulin.
“Kami terus berharap agar revitalisasi sungai ini cepat selesai, agar warga Kota Banjarmasin dapat merasakan manfaat dari program ini. Bersama semua pihak kita bisa mewujudkan Banjarmasin maju dan sejahtera,” ujar Yamin penuh harap.
Program National Urban Flood Resiliensi Project (NUFReP) di Sungai Veteran Banjarmasin Tengah yang saat ini sedang dikerjakan, telah mencapai progres 25 persen.
Pekerjaan normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di perkotaan ini merupakan proyek tahap pertama yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Kalimantan III, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ridwan Fauzi Rahman menambahkan, program ini terbagi dalam tiga tahap pekerjaan.
“Di tahap pertama ini fokus di Sungai Veteran Sungai Veteran yang panjangnya sekitar 3 kilometer,” kata Ridwan. via

