
BANJARBARU – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong partisipasi semesta yang melibatkan seluruh pihak untuk mewujudkan pendidikan bermutu khususnya di provinsi setempat.
Langkah yang dilakukan BPMP Kalsel mewujudkan pendidikan yang bermutu itu melalui rapat koordinasi (rakor) terpadu Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2025 di Banjarbaru, Ahad malam.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto membuka rakor yang mengambil tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas merata memerlukan partisipasi semesta atau semua pihak mulai pemerintah, swasta hingga masyarakat,” ujar Gogot.
Menurut Gogot, melalui pendekatan partisipasi semesta memastikan semua pihak dan komponen terlibat serta berkerja sama karena peran pemerintah tidak cukup memberikan layanan pendidikan yang bermutu.
“Rakor diharapkan mampu menyatukan visi, strategi sekaligus langkah nyata antar-pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ucap Gogot.
Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto mengatakan, tujuan rakor terpadu memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
“Kami berharap rakor mampu menumbuhkan kolaborasi dan komitmen pemangku kepentingan dalam mengatasi tantangan dan memajukan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak di Kalsel,” ujarnya.
Yuli menyebutkan, topik-topik utama yang dibahas pada rakor terpadu itu meliputi Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Kalsel 2025-2029, rencana Strategis Kementerian Dikdasmen tahun 2025-2029.
Kemudian, program dan kegiatan prioritas Kemdikdasmen tahun 2025 yang meliputi program Wajib Belajar 13 tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) serta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Program Rapor Pendidikan dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Penguatan karakter melalui 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artificial, Tes Kemampuan Akademik.
Selanjutnya, Kebijakan Pengelolaan Guru, kepala dan pengawas sekolah, Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah, Praktek Pengelolaan anggaran Pendidikan mendukung peningkatan Indeks SPM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan hingga Rapor Pendidikan Daerah Provinsi Kalsel 2025.
Peserta rakor sebanyak 132 orang berasal dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kementerian Agama, Badan Akreditasi Nasional Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu juga Pengurus Wilayah Muhammadiyah, PGRI, MKKS SMA, MKKS SMP, K3S SD, IGTKI, Himpaudi, Forum SKB dan Forum PKBM Kalsel serta profesional bidang pendidikan, komunitas dan mitra pembangunan.
Rakor menampilkan presentasi dan diskusi dipimpin para ahli dan tokoh kunci, termasuk Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Gogot Suharwoto, SPd, MEd, PhD, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Prof Dr Nunuk Suryani, MPd.
Kegiatan dihadiri Gubernur Kalsel diwakili Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H Isharwanto, Kepala BPMP Kalsel Yuli Haryanto, Pusat Penguatan Karakter, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Dr Laksmi Dewi, MPd, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikdasmen dan tim BPMP Provinsi Kalsel.
Pembukaan rakor ditutup Penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 yang Objektif, Transparan, Akuntabel dan Berkeadilan oleh para pemangku kepentingan yang hadir. an/ani

