Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

PUPR Prioritas Benah TPAS Basirih dan Pengerukan Sungai

by Mata Banua
6 Mei 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Mei 2025\7 Mei 2027\5\hal 5\TPAS Basirih yang menjadi prioritas Dinas PUPR untuk ditangani.jpg
TPAS Basirih salah satu prioritas yang ditangani Dinas PUPR Kota Banjarmasin, dalam upaya mengatasi darurat sampah.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Penanganan sampah masuk dalam program prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin di tahun 2025. Pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

“Terkait sampah tidak hanya DLH, tapi kami juga ikut mendukung dalam penanganannya,” Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, belum lama tadi.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Dalam hal ini, PUPR ambil bagian dalam pembenahan terhadap kawasan TPAS Basirih.

Diketahui bahwa kondisi TPAS Basirih dilakukan evaluasi dan penilaian Tim Indeks Resiko dari Kementrian PU sebagai penentu untuk menentukan apakah bisa kembali beroperasional atau ditutup secara permanen nantinya.

Meski demikian, PUPR juga tengah fokus pada pembenahan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) agar lebih optimal penggunaannya.

“Dan kita sepakat penanganan sampah ini harus dari hulu artinya dari yang menghasilkan sampah,” tuturnya.

Di samping penanganan sampah, pihaknya juga tengah fokus dalam penanggulangan banjir melalui normalisasi sungai.

Dimana normalisasi sungai ini masuk dalam 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Yamin – Ananda dengan melakukan pengerukan sejumlah sungai.

“Nanti ada yang di Siring dan ada juga pengerukan. Tapi paling memungkinkan dalam 100 hari itu kita menormalisasi pengerukan terlebih dahulu sungai-sungai dangkal,” terangnya.

Titik yang jadi prioritas normalisasi sungai adalah Sungai Kidaung yang berada di kawasan Jalan Kayu Tanggi. Dimana lokasi itu paling rawan terjadinya banjir cukup tinggi.

“Ini upaya mengurangi durasi genangan saat banjir melanda dan memang sehaarusnya bisa dilakukan secara rutin. Selain itu, kita lakukan penyedotan sedimentasi lumpur di sejumlah drainase,” kata Suri. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper