
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan mendaftar desain terbaik Kain Sasirangan 2025 yang dibuat perancang lokal ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muhtezar di Banjarmasin, Sabtu, menyampaikan pihaknya menggelar lomba desain motif kain batik khas Kalsel, yakni. Sasirangan yang diikuti 31 desainer.
“Lomba ini bukan hanya soal menang, tapi soal siapa yang bisa membuat karya yang layak dikenang dan dilindungi secara hukum,” ujarnya.
Para desainer atau perajin berlomba untuk membuat karya desain motif Sasirangan dengan penggunaan pewarna alam dan pewarna tekstil (kimia).
“Motif-motif terbaik akan didaftarkan ke HAKI, agar tidak lagi diambil seenaknya oleh pihak lain,” ujar Tezar panggilan akrab Muhtezar.
Pada lomba tahun sebelumnya, ungkap dia, sebanyak 24 motif Sasirangan telah mendapat perlindungan hukum.
“Kami tidak ingin motif lokal yang unik ini dicaplok pihak luar tanpa izin. Maka, pemenangnya nanti otomatis akan kami fasilitasi proses HAKI-nya,” ujarnya.
Menurut Tezar, Sasirangan bukan sekadar kain bermotif indah, namun narasi visual masyarakat Banjar yang penuh makna filosofis dan telah digunakan sejak masa Kesultanan Banjar.
Namun ironisnya, ungkap dia, Sasirangan terancam hanya menjadi pelengkap upacara di tengah gempuran industri mode instan.
Dengan mengangkat tema bebas, para peserta diberikan ruang untuk menuangkan beragam ide segar.
“Tahun ini kami tak membatasi tema. Kami ingin melihat bagaimana Sasirangan bisa dikembangkan agar lebih relevan dengan selera generasi muda,” kata Tezar.
“Penjurian dilakukan 4 Mei 2025, kemungkinan di Rumah Kemasan juga, kecuali ada arahan baru. Sedangkan final, kami jadwalkan pada 5 Mei 2025, menyesuaikan jadwal pimpinan,” ujarnya.
Di balik lomba ini, kata Tezar, ada harapan besar bahwa Sasirangan bisa kembali hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, bukan hanya di etalase atau seremoni resmi.
“Kita ingin Sasirangan dipakai remaja, pemuda, bukan hanya orang tua atau pegawai kantor. Ini kain kita, ini identitas kita. Jangan sampai kita sendiri lupa, lalu asing yang mengakui,” ujarnya. ant

