Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kadindos: Hentikan Memberi Uang ke Anjal dan Gepeng

by Mata Banua
29 April 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\April 2025\30 April 2025\5\hal 5\NURYADI.jpg
NURYADI, Kepala Dinsos Kota Banjarmasin. (Foto:mb/jejakrekam)

BANJARMASIN – DINAS Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin berikan penekanan pada masyarakat kota, agar tidak memberikan uang pada para gepeng maupun anak jalanan (anjal).

Bukan tanpa alasan, ini mengingat banyaknya para gelandang pengemis (Gepeng) maupun Anak Jalanan (Anjal) yang masih berkeliaran di seluruh sudut Kota Banjarmasin. Khususnya di tempat-tempat keramaian, seperti persimpangan jalan yang tentu bisa membahayakan diri mereka maupun pengendara kendaraan bermotor.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Belum lagi, baru-baru ini ramai menjadi perbincangan, ada beberapa orang ‘manusia silver’ yang kabur dari rumah singgah milik dinas sosial. Diketahui sebelumnya, mereka terjaring oleh Satpol PP dan ditempatkan di rumah singgah untuk dilakukan pembinaan.

Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi bahkan mengungkapkan, perilaku bebal dari manusia silver ataupun anjal dan gepeng ini kerap kali terjadi ketika berada di Rumah Singgah. “Mereka sering merusak-rusak dinding dan plafon, ini yang menjadikan masalah,” ujarnya, Minggu (27/4), seperti dilansir jejakrekam.com.

Berangkat dari permasalahan ini, Nuryadi pun kembali mengingatkan dan meminta pada masyarakat agar jangan terlalu sering atau bahkan jangan sampai memberikan uang apabila mendapati mereka di jalan.

Berdasarkan pendataan pihaknya, rata-rata mereka yang terjaring ketika razia. Khususnya para manusia silver ini sebagian besar masih anak-anak dan remaja.

Karena itu, jika kebiasaan memberi uang pada mereka terus berlanjut. Dikhawatirkannya ini bisa merusak pola pikir mereka dalam mencari uang. “Kalau ingin memberi janganlah dilakukan, karena mereka lebih asik dan nyaman dengan penghasilan itu,” ungkapnya.

“Bahkan saat Kita tanya penghasilan mereka, bisa sampai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari,” tambahnya.

Meski demikian, berapa kalipun para anjal, gepeng maupun manusia silver ini terjaring dan dibina. Nuryadi mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan tegas pada mereka.

“Kalau sanksi tegas Kita tidak bisa, karena mereka sekedar melakukan minta-minta. Sebab sifat dari dinsos adalah pembinaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh dinsos maupun pihak terkait lainnya. Nuryadi juga mengimbau kepada masyarakat, untuk turut berperan dalam mengurangi jumlah anjal, gepeng dan manusia silver di Banjarmasin. jjr

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper