
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin HM Yamin mendampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI, Dr Dewi Chomistriana ST bersama jajaran melakukan pemantauan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, Banjarmasin, Kamis (17/4) pagi.
Kunjungan ini sebagai upaya evaluasi dan penguatan sistem pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin, yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan infrastruktur dasar di daerah.
Kunjungan ke zona landfill di TPA Basirih, termasuk kawasan kolam lindi. yang memantau langsung kondisi lapangan serta sistem pengelolaan sampah yang diterapkan selama ini. Selanjutnya, rombongan bergeser guna meninjau proses pengolahan di TPS3R Tanjung Pagar.
Dalam keterangannya pascapeninjauan di dua lokasi tersebut, Dr Dewi membeberkan beberapa catatan dan arahan terkait optimalisasi pengelolaan sampah, termasuk pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan serta peningkatan kapasitas pengelolaan di TPA Basirih dan TPS3R.
“Tempat ini tetap akan kami tutup untuk pembuangan, namun kami rekomendasikan untuk mengalihfungsikannya sebagai tempat pemilahan sampah,” ujarnya.
Tak hanya itu, dia merekomendasikan agar meniru beberapa daerah lain yang dinilai sudah berhasil dalam melakukan pemilahan sampah dari sumber. Sebab, sambungnya, jika hal tersebut berhasil dimaksimalkan maka sudah mampu mengurangi setengah atau 50 persen dari jumlah sampah yang dibuang ke TPA.
“Baru selanjutnya diolah di TPA, upaya-upaya ini yang harusnya dilakukan masyarakat, Pemerintah Kota juga tidak tinggal diam, harus melakukan berbagai upaya,” pesannya lagi.
Kementrian PU juga sebagai pembina secara keteknisan juga akan berkontribusi, sesuai dengan upaya kami sebesar-besarnya, dan pastinya ini tidak hanya KemenPU saja, kami juga menggandeng KemenLH, dan kami juga sudah membentuk tim untuk mengukur indeks risiko,” tutupnya.
Sementara, Walikota Banjarmasin M Yamin HR mengungkapkan, dengan evaluasi dari Dirjen Cipta Karya disini, menjadi komitmen kuat pihaknya dalam menuntaskan persoalan sampah dengan konsep menata ulang sistem infrastruktur dan pengelolaan sampah yang ada di TPA.
“Sejauh ini langkah kita untuk membenahi sanitasi juga infrastruktur sampah, terutama yang ada di TPA mulai terlihat,” ujarnya, disela rapat koordinasi dengan Dirjen Cipta Karya.
Yamin berharap, dengan kedatangan Dirjen Sanitasi (kemarin, red) dan Dirjen Cipta Karya Kementrian PU untuk melihat langsung gambaran situasi di lapangan, ini dapat membantu dan mengarahkan pihaknya dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah.
“Semoga dari pertemuan ini bisa didapatkan solusi terbaik dalam hal pengelolaan, kami, kita semua tidak akan berhenti dan tidak akan menyerah sebelum permasalahan sampah yang ada di Banjarmasin ini bisa diselesaikan,” tekannya.
Yamin menegaskan sistem Sanitary Landfill sebagai metode pengelolaan sampah yang modern, efektif serta sesuai regulasi, sambungnya harus menjadi pedoman yang dipatuhi dan dilaksanakan.
“Lahan yang masih tersisa dan bisa dimanfaatkan (di TPA) ini juga jadi catatan kita agar harus dikelola dengan benar, jangan jadi tempat pembuangan asal lagi,” tutupnya. via

