
BANJARBARU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjarbaru siaga pengawasan jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru pada 19 April mendatang.
“Tersisa tujuh hari ke depan memasuki pelaksanaan PSU, semua perangkat pengawasan siaga penuh mengawal seluruh tahapan dari potensi pelanggaran,” kata Ketua Bawaslu Banjarbaru Nor Ikhsan, Minggu (13/4).
Ia pun meminta kepada seluruh pengawas untuk memperkuat koordinasi dalam mengawasi tahapan PSU secara menyeluruh.
Ada tiga fase yang harus di awasi, yakni pra-pelaksanaan, hari pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan PSU.
Bawaslu Banjarbaru pun telah mengaktifkan kembali 403 orang pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) sesuai jumlah TPS se-Kota Banjarbaru yang menggelar PSU.
Ikhsan juga mengingatkan PTPS bertanggung jawab mengisi alat kerja pengawasan, menyusun laporan hasil pengawasan dan mengunggah data ke aplikasi Sistem Pengawasan Pemilih (Siwaslih).
Setiap catatan dan laporan yang dibuat tersebut akan menjadi bukti kerja pengawasan yang transparan dan profesional.
Sementara, Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan (KPU Kalsel) bekerja keras mendorong pemilih untuk menggunakan suara dalam PSU di Kota Banjarbaru.
“Kami telah melakukan segala daya upaya agar masyarakat Banjarbaru mau menggunakan hak suaranya di PSU,” kata Ketua KPU Kalsel Andi Tenri Sompa, Minggu (13/4).
Ia menyebutkan, langkah-langkah sosialisasi pun gencar dilakukan KPU, termasuk lewat pemasangan spanduk dan baliho di titik strategis, serta siaran radio lokal.
Kemudian, menggerakkan badan adhoc seperti panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang diharapkan langsung berinteraksi dengan warga melakukan sosialisasi PSU.
“Tentunya peran teman-teman media juga sangat membantu kami yang terus memberikan pemberitaan mencerahkan bagi masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.
Dengan segala upaya tersebut, lanjut Tenri, KPU mengharapkan partisipasi pemilih bisa mencapai 75 hingga 80 persen dari DPT di Banjarbaru sebanyak 195.819 pemilih, yang terdiri atas 95.498 pemilih laki-laki dan 100.321 pemilih perempuan.
Diketahui, pada Pilkada Serentak 27 November 2024 lalu, partisipasi pemilih di Banjarbaru hanya sekitar 58 persen. Angka tersebut berdasarkan total suara sah dan tidak sah yang mencapai 114.871.
Pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono meraih 36.135 suara dinyatakan pemenang oleh KPU Banjarbaru. Sedangkan pasangan petahana Muhammad Aditya Mufti Ariffin dan Said Abdullah memperoleh 78.736 suara, namun suaranya di anggap nol alias tidak sah lantaran telah di diskualifikasi KPU Banjarbaru sebelum pencoblosan.
Akhirnya, keputusan KPU Banjarbaru di anulir Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan PSU dengan mekanisme pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono melawan kotak kosong. ant

