
BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana sosial yang di dominasi musibah kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan selama triwulan I (Januari-Maret) tahun 2025 mencapai Rp 24,110 miliar.
“Kalau melihat kerugian yang di alami selama triwulan I tahun 2025 ini terjadi peningkatan, mengingat tahun lalu di periode yang sama tercatat sekitar Rp 20,946 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Selasa (8/4).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, dari kerugian akibat bencana sosial itu terbesar di alami Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mencapai Rp 8,730 miliar, di susul Kota Banjarmasin Rp 7,375 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar Rp 2,250 miliar, Kabupaten Banjar Rp 1,850 miliar, dan Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar Rp 1,440 miliar.
Selain itu, Kabupaten Kotabaru Rp 850 juta, Tapin Rp 700 juta, Balangan Rp 450 juta, Kota Banjarbaru Rp 315 juta, dan Tanah Laut (Tala) Rp 150 juta.
Ia membeberkan, selama triwulan I telah terjadi 40 kali bencana sosial, yang secara data mengalami penurunan di banding tahun lalu sebanyak 63 kali.
Menurut Madi, dari 40 kali bencana kebakaran pemukiman penduduk, terbanyak di Kota Banjarmasin 20 kali, Kabupaten Banjar enam kali, dan Kota Banjarbaru empat kali.
Kemudian, Kabupaten HST, HSU, Balangan dan Tanbu masing-masing dua kali, sementara di Tapin dan Kotabaru masing-masing satu kali.
Akibat bencana kebakaran pemukiman penduduk tersebut, sebanyak 96 kepala keluarga (KK) atau 275 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan satu orang meninggal dunia serta dua luka-luka di Kota Banjarmasin.
“Bencana kebakaran pemukiman juga menyebabkan 64 buah rumah penduduk mengalami rusak total, 26 buah rumah rusak berat, dan 16 buah rumah rusak ringan,” ungkapnya. ani

