Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Anak Suka Makan Ikan, Studi: Jadi Lebih Empati dan Mudah Berbagi

by Mata Banua
20 Maret 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Maret 2025\21 Maret 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\anak.jpg
(foto:mb/web)

Menambahkan ikan ke dalam menu makan anak dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga perilaku sosial mereka. Hal ini merujuk pada sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Bristol, Inggris, menemukan bahwa anak-anak yang rutin mengonsumsi ikan cenderung lebih menunjukkan perilaku prososial seperti berbagi, membantu orang lain, dan menunjukkan empati. Untuk studi ini, peneliti menganalisis data dari Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC) terhadap hampir 8300 anak usia 7 tahun dan lebih dari 6800 anak pada usia 9 tahun. Peneliti mengkaji secara khusus dampak konsumsi ikan terhadap keterampilan berpikir dan perilaku mereka.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Hasilnya menunjukkan, anak-anak yang tidak makan ikan sama sekali pada usia 7 tahun memiliki risiko 35 persen lebih tinggi untuk menunjukkan perilaku sosial yang buruk, dibanding dengan anak yang mengonsumsi setidaknya 190 gram ikan per pekan.

“Efek ini bahkan bertahan hingga usia 9 tahun, di mana anak-anak yang tidak makan ikan sejak usia 7 tahun memiliki risiko 43 persen lebih tinggi mengalami kesulitan dalam bersosialisasi,” kata peneliti seperti dilansir laman Study Finds, Jumat (14/3), kemarin.

Menurut penelitian ini, hubungan antara ikan dan perilaku sosial anak kemungkinan besar berasal dari nutrisinya. Ikan kaya akan lemak omega-3 seperti DHA dan PA, yang berperan dalam perkembangan otak dan fungsi kognitif. Selain itu, ikan juga mengandung yodium, selenium, dan kolin, yang berkontribusi terhadap kesehatan otak dan sistem saraf.

Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun konsumsi ikan dikaitkan dengan perilaku sosial yang lebih baik, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecerdasan (IQ) anak. Hal ni menunjukkan, nutrisi ikan mungkin lebih berdampak pada aspek emosional dan sosial daripada kemampuan kognitif secara keseluruhan.

Para peneliti kemudian menyarankan orang tua untuk memberikan ikan ke anak setidaknya dua porsi per pekan. Hal ini sangat penting guna mendukung perkembangan sosial anak. rep

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper