Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pengaturan Pola Tidur Bantu Cegah Fluktuasi Kadar Gula Darah

by Mata Banua
13 Maret 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Maret 2025\14 Maret 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\pengaturan.jpg
(foto:mb/web)

Studi baru yang dilaksanakan oleh Laboratorium Ilmu Hayati dan Biomedik Westlake di China menunjukkan pengaruh pola tidur terhadap fluktuasi kadar gula dalam darah.

Menurut siaran Hindustan Times pada Senin, dalam studi itu para peneliti menggunakan data hasil pemantauan glukosa berkelanjutan untuk melacak pola tidur dan fluktuasi kadar gula darah 1.100 lebih orang dewasa berusia 46 hingga 83 tahun sebagai bagian dari Studi Gizi dan Kesehatan Guangzhou.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Hasilnya menunjukkan orang-orang yang kurang tidur atau tidur larut malam mengalami fluktuasi kadar gula darah yang lebih besar, yang berarti tubuh mereka harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kadar glukosa tetap stabil.

Menurut hasil penelitian, orang-orang yang waktu tidurnya konsisten sedikit mengalami perubahan gula darah terbesar. Orang yang tidak cukup tidur, kurang dari 5,5 jam, juga menunjukkan tanda-tanda variabilitas glikemik yang lebih tinggi.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mereka yang begadang memiliki variabilitas glikemik 1,18 persen lebih tinggi, sementara mereka yang tidur lebih sedikit dan tidur larut malam memiliki kontrol gula darah terburuk dari semuanya.

Selain menimbulkan risiko pada penderita diabetes, fluktuasi kadar gula darah mempengaruhi tingkat energi, rasa lapar, dan kesehatan secara keseluruhan.

Kadar glukosa darah yang tidak stabil dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk makan, membuat metabolisme menjadi lambat, dan menimbulkan risiko resistensi insulin yang lebih tinggi seiring waktu.

Para peneliti merekomendasikan pengaturan pola tidur berikut untuk meningkatkan kualitas tidur dan kontrol kadar gula darah.

Tetapkan waktu tidur konsisten. Mulai tidur pada waktu yang sama setiap malam membantu tubuh mengatur jam internal

Berusaha tidur malam tujuh sampai delapan jam sehari agar tubuh dapat mengatur hormon dan mendukung fungsi metabolisme

Hindari layar sebelum tidur, karena cahaya biru dari layar ponsel dan TV dapat menunda produksi melatonin dan ini membuat orang jadi lebih susah tidur

Batasi camilan larut malam. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan lonjakan glukosa yang mengganggu tidur

Pastikan tubuh mendapat paparan sinar matahari pagi, yang membantu tubuh mengatur ritme sirkadian untuk tidur lebih baik pada malam hari. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper