
BANJARMASIN – Jelang Ramadhan 1446 Hijriah, Pemko Banjarmasin bersama Forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel melaksanakan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar di kota ini, Rabu (26/2).
Pemantauan dilakukan di pasar tradisional Pekauman, gudang beras, dan pasar modern Lotte Mart ini. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, kondisi pasokan dan harga bahan pokok masih dalam batas wajar.
“Hari ini kita lihat beras dan minyak goreng dari distributor ke pengecer masih normal dan mengambil keuntungan yang wajar,” katanya.
Seperti, beras Mayang Usang di distributor Rp15.000 per liter, sedangkan di pengecer sekitar Rp 18.000 per liter. Untuk minyak goreng, selisih harga dari distributor ke pengecer berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000, yang masih bisa dikatakan wajar,” katanya.
Menurutnya, stok sembako dalam kondisi aman. “Alhamdulillah, kita aman. Apalagi sekarang baru selesai panen, jadi tidak ada gangguan seperti yang pernah kita alami tiga tahun lalu,” tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan menegaskan tidak ada lonjakan harga yang signifikan. “Secara keseluruhan, dari hasil pemantauan di tiga titik, baik di pasar tradisional, distributor, maupun retail modern, stok bahan pokok sangat cukup di Kalimantan Selatan. Selisih harga dari distributor ke pengecer pun masih dalam kategori wajar,” ujarnya.
Meski demikian, Sulkan meminta masyarakat agar dapat melaporkan kejadian tersebut melalui jalur resmi.
“Kalau ada aksi borong yang tidak wajar, masyarakat bisa melaporkannya ke Dinas Perdagangan atau layanan perlindungan konsumen yang tersedia, seperti di Layanan Konsumen Elektronik (LKE) sehingga segera menindaklanjuti dan berkoordinasi untuk mencegah ketidakseimbangan pasokan di pasar,” jelasnya. via

