
BANJARMASIN – Hari pertama ngantor, Wakil Walikota Banjarmasin, Hj Ananda mengambil langkah-langkah kongkret dalam menangani darurat sampah di kota ini.
Ananda langsung memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Anggaran Penanganan Sampah yang berfokus pada penanganan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang bermunculan setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, di Aula Kayuh Baimbai Banjarmasin, Senin (24/2).
“Jadi kendala penanganan sampah memang TPS ilegal terutama di Jalan Simpang Gerilya depan Kompleks Mahatama. Termasuk TPS resmi yang overload,” ucap Ananda.
Menurutnya, penanganan TPS liar harus selesai secepatnya dalam waktu 2 x 24 jam. Bahkan untuk mengejar waktu itu, dia mengingatkan kepada Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) serta para camat dan lurah untuk segera mengindentifikasi kondisi sampah di wilayahnya masing-masing.
“Kami sudah sampaikan kepada dinas terkait untuk mempertimbangkan aspek anggaran, kepastian hukum, dan teknis di lapangan. Intinya kita tinggal menunggu eksekusi dari SKPD terkait,” ucapnya.
Ananda menargetkan dalam waktu dua kali 24 jam sudah selesai, sebelum dirinya berangkat mengikuti retret bersama waliota HM Yamin. “Kami akan bekerja 24 jam demi memastikan hal ini bisa tuntas sesuai target,” katanya.
Selain terkait darurat sampah, Ananda juga akan menghadiri pertemuan dengan Profesor Kenta Kishi dari Jepang. Kedatangan Profesor Kenta ke Banjarmasin merupakan inisiatif pribadi tanpa menggunakan dana APBD untuk membahas lebih lanjut mengenai tata perencanaan kota dan lingkungan.
“Ini adalah pertemuan pertama secara langsung setelah sebelumnya kami berdiskusi secara online. Tujuannya untuk mendapatkan masukan mengenai perencanaan tata kota Banjarmasin,” jelas Ananda.
Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi Banjarmasin saat ini adalah urban planning yang perlu pembenahan. “Kenapa kita sering mengalami banjir dan kebakaran yang cukup sering terjadi? Ini semua berkaitan dengan tata kota yang harus kita perbaiki,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, pemerintah kota akan menerapkan sistem pemilahan sampah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS. Namun, saat ini, prioritas utama adalah menyelesaikan persoalan TPS ilegal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Untuk pengurangan sampah jangka panjang, kita akan fokus pada sistem pemilahan. Tapi saat ini, kita harus menyelesaikan yang darurat dulu. Target kami, dalam dua hari ke depan, beberapa TPS ilegal harus sudah bersih,” tutupnya. via

