
JAKARTA – Hj Fathul Jannah istri Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin secara resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kalsel sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu oleh Ketua Umum TP PKK dan Pembina Posyandu, Tri Suswati Tito Karnavian di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (20/2) sore.
Tampak hadir dalam pelantikan, selain seluruh Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, juga dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman beserta istri drg Ellyana Trisya.
Pelantikan ini menandai awal masa bakti penuh bagi Hj Fathul Jannah sebagai Ketua TP PKK Kalsel. Sebelumnya, pada 16 Desember 2024 lalu, telah dilantik untuk menyelesaikan sisa masa jabatan ketua sebelumnya.
Hj Fathul Jannah akan mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel selama lima tahun ke depan bersama drg Ellyana Trisya Hasnuryadi.
Sebelum pelantikan, Hj Fathul Jannah bersama Ketua Tim Penggerak PKK yang dilantik hari itu terlebih dahulu melakukan sesi foto bersama.
Saat diwawancara usai pelantikan, Hj Fathul Jannah didampingi Hj drg Ellyana menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga di Kalimantan Selatan.
“Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan PKK Kalsel akan terus bersinergi dengan para kepala SKPD, PKK Kabupaten/Kota se-Kalsel untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi TP PKK Kalsel dalam menjalankan program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, termasuk pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak serta peningkatan ekonomi keluarga melalui UMKM.
Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan TP PKK Kalsel semakin maju dan berperan aktif dalam membangun keluarga yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing.
Hj Fathul Jannah juga menambahkan salah satu fokus utama PKK Kalsel kedepan adalah memperkuat program ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga di Kalsel mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan kesehatan. Selain itu, juga akan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui berbagai pelatihan keterampilan dan program UMKM agar mereka bisa lebih mandiri secara finansial,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Penggerak PKK sekaligus Pembina Posyandu, Tri Suswati Tito Karnavian menekankan pentingnya langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan program PKK dan Posyandu di tingkat provinsi.
“Salah satu fokus utama adalah pemetaan prioritas program dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik daerah, terutama terkait ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, penyediaan makanan bergizi serta peningkatan layanan Posyandu berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, ketahanan serta kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain itu, Tri menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan, kemitraan dan sinergi antara berbagai pihak. Optimalisasi koordinasi dengan perangkat daerah, akademisi, dunia usaha serta organisasi masyarakat sangat diperlukan guna mendukung kegiatan PKK dan TP Posyandu.
“Dalam menghadapi tantangan zaman, inovasi dan digitalisasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pemanfaatan teknologi dan platform daring bagi kader PKK dan Posyandu dapat meningkatkan efektivitas program serta memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat,” katanya.
Disamping itu, lanjutnya, membangun sistem informasi yang akurat, efektif, dan akuntabel juga menjadi bagian dari upaya modernisasi dalam tata kelola program PKK dan Posyandu.
Dia berharap, setelah dilantik, Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi diharapkan segera membentuk Tim Pembina Posyandu di tingkat provinsi serta memfasilitasi pembentukan tim hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Saya kira hal itu perlu dilakukan secara berjenjang bersama perangkat daerah yang mengampu enam SPM, guna menyiapkan rencana strategis Posyandu 2025-2029 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Presiden RI,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan keberhasilan program PKK dan Posyandu sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. “Sinergi yang kuat akan menjadi kunci dalam menciptakan perubahan nyata demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Seusai pelanikan, Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj Fathul Jannah bersama drg Ellyana Trisya yang juga didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman nampak terlihat foto bersama para pengunjung dan tamu undangan.
Hadir juga pengurus PKK Kalsel antara lain, Sekretaris I, Dra Rachmah Norlias, Sekretaris II, Drs Gusti Muhammad, Sekretaris Tim Pembina Posyandu, Hj Noor Saufiah, SSos dan lainnya. md/adpim/ani

