Mata Banua Online
Kamis, April 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemprov Gelar Rakornis Perindustrian Tahun 2025

by Mata Banua
17 Februari 2025
in Pemprov Kalsel
0

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melalui Kepala Dinas Perin­dustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim mem­buka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perindustrian Pro­vinsi Kalsel Tahun 2025 di Banjarmasin, Sabtu (15/2).

Rakornis ini mengusung tema “Pertumbuhan Ekonomi Melalui Hilirisasi dan Indus­trialisasi yang Berkelanjutan” dan bertujuan untuk menyinkronkan, menyelaraskan serta membangun sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

1 April 2026
Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

1 April 2026

Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam sambutan tertulis dibacakan Abdul Rahim menegaskan pen­ting­nya Rakornis ini sebagai langkah strategis dalam memas­tikan pembangunan industri yang berkelanjutan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

“Rakornis ini menjadi mo­men­tum penting untuk menyusun kebijakan yang berpihak pada kemajuan industri di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakornis adalah hilirisasi industri guna mening­katkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat daya saing industri di pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, Rakornis ini juga menyoroti percepatan pem­bangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Dengan adanya KEK, kita ingin membuka peluang investasi yang lebih luas serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pengembangan industri halal juga menjadi perhatian utama dalam Rakornis ini. Pemerintah menargetkan seluruh produk industri di Kalimantan Selatan bersertifikat halal pada tahun 2026.

“Kita memastikan produk dapat bersaing di pasar inter­nasional, kita harus tahu dengan jelas bahan baku mana saja yang perlu disertifikasi halal, hal itu adalah langkah penting dalam membuka peluang pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Muhidin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam men­dukung pengembangan in­dustri di Kalimantan Selatan.

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri sangat penting agar kebijakan yang kita buat benar-benar berdam­pak pada pertumbuhan eko­nomi daerah,” ujarnya. md/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper