Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Bahas Tanggap Darurat Sampah di Musrembang Kecamatan

by Mata Banua
11 Februari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Februari 2025\13 Februari 2025\5\Hal 5\WALIKOTA banjarmasin ibnu sina.jpg
WALIKOTA Banjarmasin H Ibnu Sina saat memberikan arahan pada Musrenbang RKPD 2025-2026 di Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (11/2). (Foto:mb/via)

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina membahas masalah tanggap darurat sampah di daerahnya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2025-2026 sejak di tingkat kecamatan.

Ibnu Sina saat Musrenbang di Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (11/2), menyampaikan, masalah sampah sudah sangat genting karena sanksi penutupan Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 1 Februari 2025.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Dia pun menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah yang kini menjadi tantangan besar bagi kota ini.

“Saya ingin menyampaikan pesan penting bahwa setiap kelurahan harus memperhatikan usulan yang berkaitan dengan masalah sampah. Sampah bukan hanya masalah fisik, tapi juga non-fisik. Namun, usulan sampah akan saya arahkan untuk dimasukkan dalam pokok pikiran anggota dewan,” ujarnya.

Masalah sampah memang menjadi sorotan utama dalam Musrenbang kali ini. Ibnu Sina mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penutupan TPAS Basirih di Jalan Gubernur Subardjo Banjarmasin Selatan menyebabkan sampah di kota ini tidak dapat dikelola dengan maksimal.

“Jika TPAS masih buka, sampah kita bisa langsung diolah dengan baik. Tapi sekarang, karena TPAS Basirih ditutup, kita hanya bisa mengandalkan TPA Banjarbakula yang menerima hanya 20 persen dari total sampah. Jika 80 persen lainnya tidak dikelola, maka sampah akan terus menumpuk,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, produksi sampah di Kota Banjarmasin mencapai 650 ton per harinya.

Ibnu Sina pun mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Camat Banjarmasin Timur dan seluruh kelurahan dalam menangani permasalahan sampah saat status tanggap darurat sampah saat ini. Menurutnya, kolaborasi antar pihak terkait sangat diperlukan agar permasalahan sampah ini bisa ditanggulangi.

“Kami sedang berupaya agar setiap kelurahan bisa melakukan pemilahan sampah dengan baik. Harapannya, sampah tidak keluar dari kompleks masing-masing dan dapat dikelola lebih efektif,” ujarnya.

Ibnu Sina meminta masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah sampah melalui pengurangan dari sumbernya, meskipun tidak semua kelurahan dapat melakukannya secara maksimal saat ini.

“Meskipun masih banyak tantangan, saya ingin ini menjadi prioritas bersama. Kita harus bertanggung jawab atas kondisi ini dan menghadapinya dengan gotong-royong,” katanya.

Penanganan sampah yang semakin mendesak ini tentu mendapat perhatian penuh dari pemerintah kota. Melalui Musrenbang, ia berharap dapat melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih optimal demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat bagi warga Banjarmasin.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Makmur mendukung langkah-langkah penangangan darurat sampah yang dikemukakan Walikota Ibnu Sina. “Kami juga akan mensuport kebijakan ini, agar kota Banjarmasin kembali bersih,” katanya.

Ia pun tak keberatan jika sementara ini, usulan pokok pikiran (pokir) yang sebenarnya banyak meminta perbaikan fisik dialihkan ke non fisik ( sampah) itu.

Camat Banjarmasin Timur, Rusdiana menambahkan, dalam musrenbang tingkat kecamatan ini, Banjarmasin Timur telah menindaklanjuti penangan sampah.

“Sebelum ini terjadi, kami sudah menggerakkan masyarakat agar ikut penanganan sampah. Apalagi Bantim memiliki beberapa bank sampah yang bisa dimanfaatkan warga,” jelasnya.

Dalam musrenbang kemarin, hadir anggota DPRD Kota Banjarmasin dapil Banjarmasin Timur yakni, Makmur ( Demokrat), Husaini (Gerindra), Samsul Arifin ( PKS) serta lurah dan ketua RT serta masyarakat yang mewakili. ant/via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper