
BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengakui usai Covid-19 hingga saat ini jumlah kunjungan wisata ke Kalsel terus meningkat setiap tahunnya.
“Setiap tahun jumlah kunjungan wisata ke Kalsel terus meningkat dan langkah-langkah melakukan pembenahan terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan akan terus dilaksanakan,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (11/2).
Hal itu disampaikannya usai membuka forum perangkat daerah dalam rangka penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan Renstra Dinas Pariwisata Kalsel 2025-2029 di Banjarmasin.
Menurut Syarifuddin, kunjungan wisatawan ke Kalsel tahun 2023 sebanyak 15.348.161 orang terdiri dari wisatawan nusantara (wisnus) tercatat 15.283.224 orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 64.937 orang.
Sedangkan tahun 2024, sebut Syarifuddin, jumlah kunjungan wisatawan ke Kalsel tercatat sebanyak 19.928.436 orang terdiri dari wisnus sebanyak 19.910.573 orang dan wisman 17.864 orang, artinya terjadi peningkatan cukup signifikan.
“Dari kunjungan wisatawan di Kalsel tahun 2024 itu, terbanyak mengujungi destinasi di Kabupaten Banjar untuk Wisnus tercatat sebanyak 5.707.550 orang, sedangkan Wisman 8.052 orang, Banjarmasin
wisnus 3.126.062 dan wisman 4.541 orang,” katanya.
Kemudian, Kabupaten Tapin tercatat wisnus sebanyak 3.156.712 orang dan wisman 90 orang, Kota Banjarbaru wisnus 2.849.483 orang dan wisman 875, Kabupaten Tabalong wisnus sebanyak 1.020.311 orang dan wisman 3.079 orang.
Dalam kesempatan itu, Syarifuddin menyebutkan saat ini Kalsel memiliki lima destinasi prioritas yang terus dipromosikan secara masih agar lebih dikenal baik untuk wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mencanegara (Wisman).
Kelima destinasi prioritas yang terus dibenahi tersebut yakni sejumlah wisata religi yang selama ini mampu menarik kunjungan Wisnus, kawasan bahwa Jembatan Barito, Pasar Terapung yang menjadi Ikon Kalsel, kerbau rawa dan Loksado.
Menurut Syarifuddin, forum perangkat daerah yang dilaksanakan ini dimaksudkan untuk menggali masukan dari publik terbaik penyusunan RPJMD dan Renstra dalam upaya pembenahan destinasi wisata di Kalsel.
“Kami berharap masukan dan inovasi baru untuk pengembangan destinasi wisata sehingga nantinya destinasi yang dibenahi tersebut benar-benar mampu menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kalsel,” katanya.
Dia mengakui, hanya ada dua indikator terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan tersebut yakni banyaknya jumlah yang berkunjung dan lama mereka tinggal.
“Kalau kedua indikator itu ada, maka kunjungan wisatawan itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. ani

